Danantara Resmi Bentuk Anak Usaha Baru Khusus Kelola Proyek WTE

6 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) telah mendirikan BUMN baru di bidang energi bersih, yaitu PT Daya Energi Bersih Nusantara (Persero) atau DENERA.

Lead of Waste-to-Energy/Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman mengungkapkan, perusahaan pelat merah yang dibentuk pada 1 April 2026 ini dibuat dalam rangka mengelola proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE).

"Dan nanti Danantara Daya Energi Bersih Nusantara inilah atau kami singkat DENERA," ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara Jakarta, Kamis (9/4/2026).

"Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investasi Manajemen di 1 April 2026 kemarin yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL," kata dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Fadli menjelaskan lebih jauh, DENERA juga memegang porsi kepemilikan saham serta operasional dan pengelolaan dari seluruh PSL. Adapun porsi kepemilikan saham Danantara dalam pembangunan proyek WTE yang bermitra dengan perusahaan penyedia teknologi, sebesar 30%. Sementara 70% merupakan kepemilikan perusahaan konsorsium mitra tersebut.

Fadli mengatakan, di setiap proyek WTE, nilai investasinya mencapai Rp2,5 triliun sampai Rp2,8 triliun. "Jadi investasinya itu berkisar antara Rp2,5 sampai Rp2,8 triliun, karena kapasitasnya cukup besar di beberapa lokasi yang hampir Rp2,8 triliun," tutupnya.

Selain itu, lanjutnya, DENERA dibentuk sebagai perusahaan pengelola sampah terintegrasi. Selain mengelola proyek WTE, perusahaan tersebut juga akan terlibat dalam perbaikan proses pengelolaan sampah di Indonesia.

"Jadi nanti kita juga akan bergerak memperbaiki pengelolaan sampah, ke hulunya juga, ke TPSR, TPS3R, TPST, dan sebagainya," ucap Fadli.

Sebagai informasi, pada tahap awal proyek WTE akan dimulai di 3 kota, yaitu di Bali, Bogor, dan Bekasi. Pada tahap pertama, ada 8 perusahaan yang memenangkan tender dari 24 perusahaan dalam daftar penyedia teknologi (DPT).

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |