Dinkes Aceh Selatan Benarkan Menu MBG Bercampur Ulat, Korwil BGN Sulit Diajak Koordinasi

4 hours ago 4
Aceh

17 April 202617 April 2026

Dinkes Aceh Selatan Benarkan Menu MBG Bercampur Ulat, Korwil BGN Sulit Diajak Koordinasi Menu MBG yang dibagikan kepada siswa sekolah di Kecamatan Sawang, Aceh Selatan bercampur dengan ulat (Belatung). (Waspada.id/Hendrik)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAPAKTUAN (Waspada.id) : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Selatan langsung bergerak cepat merespons temuan dugaan makanan berbelatung (berulat) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sawang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Aceh Selatan, Yulimir, membenarkan pihaknya telah menerima dan mengonfirmasi awal informasi yang beredar di masyarakat.

“Sejak informasi ini beredar, kami langsung melakukan konfirmasi awal dan memang benar adanya kejadian tersebut,” kata Yulimir saat dikonfirmasi Waspada.id di Tapaktuan, Jum’at, (17/4/2026)

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan siswa yang diduga terpapar makanan tersebut. Dinkes bersama Puskesmas setempat langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Hari ini kami bersama Puskesmas melakukan pengecekan langsung terhadap siswa untuk memastikan kondisi kesehatan mereka pasca mengonsumsi atau terpapar makanan yang diduga tercemar,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes juga akan meninjau dapur penyedia MBG guna memastikan standar kebersihan dan proses pengolahan makanan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami juga turun meninjau dapur MBG yang bersangkutan, untuk melihat langsung proses pengolahan dan distribusi makanan,” tambahnya.

Namun, di tengah upaya cepat tersebut, Yulimir menyoroti lemahnya koordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN), khususnya Koordinator Wilayah Aceh Selatan, Yona Violiska. Ia mengaku komunikasi yang terjalin selama ini sangat sulit, bahkan dalam situasi darurat seperti ini.

“Kami sudah menghubungi pihak BGN, tapi hanya disampaikan bahwa akan dilakukan investigasi lanjutan, tanpa kejelasan waktu. Katanya akan diinvestigasi, tapi kapan, itu yang tidak jelas,” ungkapnya.

Yulimir menegaskan Dinkes telah lebih dulu bergerak dengan turun ke sejumlah sekolah, mulai dari SD hingga SMP, serta melakukan pemeriksaan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memvalidasi kondisi makanan yang dikonsumsi siswa.

Ia menilai, persoalan komunikasi yang tidak terbuka dari Korwil BGN Aceh Selatan menjadi kendala serius, mengingat program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan anak-anak.

“Selama ini koordinasi dan komunikasi dengan Korwil BGN Aceh Selatan sudah jadi rahasia umum agak sulit. Ini menyangkut makanan yang langsung masuk ke tubuh anak-anak. Harusnya koordinasi terbuka,” tegasnya.

Yulimir bahkan menyerahkan kepada BGN pusat untuk mengevaluasi kinerja koordinator wilayah jika persoalan komunikasi tersebut terus berulang.

“Kalau komunikasi dan koordinasi terus sulit, kita serahkan ke BGN Pusat. Karena ini bukan hal sepele, ini menyangkut nyawa,” katanya.

Ia berharap ke depan koordinasi lintas sektor dapat diperbaiki, sehingga pelaksanaan program MBG sebagai program prioritas nasional benar-benar berjalan optimal dan aman bagi masyarakat.

“Semoga ke depan jalur koordinasi ini dapat berjalan lebih baik, sehingga program Presiden tersebut dapat terlaksana maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Yulimir.

Hingga saat ini, perwakilan atau penanggung jawab (Korwil/PIC) Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Aceh Selatan, Yona Violiska, saat dikonfirmasi masih memilih bungkam tak kooperatif dengan awak media. (id85)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |