Ditunjuk Dek Gam, Wapres Persiraja, Iswahyudi Nakhodai PAN Bireuen

8 hours ago 4
Aceh

15 Februari 202615 Februari 2026

Ditunjuk Dek Gam, Wapres Persiraja, Iswahyudi Nakhodai PAN Bireuen Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN Bireuen, Iswahyudi, periode 2026–2030, Minggu (15/2), Waspada.id/Fauzan

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BIREUEN (Waspada.id): Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN)Aceh, Nazaruddin yang akrab disiapa Dek Gam, menunjuk Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN Bireuen periode 2026–2030.

Penunjukan tersebut bukan hanya sekadar rotasi kepengurusan, melainkan sinyal kuat bahwa PAN Aceh tengah menyiapkan langkah konsolidasi serius menjelang kontestasi politik 2029. Dek Gam dinilai sedang memainkan strategi “figur populer” untuk mendongkrak elektabilitas partai di wilayah yang pernah menjadi basis suara potensial PAN pada awal era reformasi.

Dalam struktur baru, Edi Supriadi dipercaya sebagai Sekretaris, sementara kursi Bendahara diisi oleh Suriya Yunus yang saat ini menjabat Anggota DPRK Bireuen, dinilai memiliki pengalaman politik dan jaringan legislatif yang matang. Komposisi ini memperlihatkan kombinasi antara energi baru dan pengalaman struktural.

Iswahyudi, yang baru ditunjuk sebagai Ketua DPD PAN Bireuen, yang dikenal luas di kalangan pecinta sepak bola Aceh, mengatakan bahwa kepemimpinannya tidak akan berhenti pada seremoni pelantikan.

Ia menargetkan konsolidasi total di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen hingga ke tingkat ranting, yang selama ini kerap menjadi titik lemah partai-partai dalam menjaga militansi kader.

“Kami tidak ingin PAN hanya hidup saat pemilu. Mesin partai harus menyala setiap hari, sampai ke akar rumput. Konsolidasi hingga ke tingkat ranting ,” tegasnya kepada wartawan Minggu (15/02).

Langkah tersebut diambil Iswahyudi nantinya, sebagai upaya membangun kembali politik PAN di Bireuen yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai kurang agresif. “Kita berharap mampu membawa pendekatan profesional dan disiplin organisasi ke dalam tubuh partai nantinya,” ujar Iswahyudi

Munzir Mustafa, fungsionaris senior PAN, menyebut regenerasi ini sebagai momentum penting. Menurutnya, partai berlambang matahari itu membutuhkan figur muda yang mampu menjembatani pemilih tradisional dengan generasi baru.

“Regenerasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ini tentang arah baru. Di bawah kepemimpinan yang energik, PAN Bireuen punya peluang besar kembali bersinar,” sebutnya.

Namun tantangan yang dihadapi tidak ringan. PAN Bireuen harus bersaing dengan partai-partai lokal Aceh yang memiliki akar ideologis kuat serta jaringan kultural yang mengakar. Tanpa konsolidasi yang nyata dan kerja politik yang terukur, ambisi kebangkitan bisa terhenti di tingkat wacana.

Langkah ini dinilai sebagai strategi penyegaran kepemimpinan partai di tingkat kabupaten, sekaligus memperkuat posisi PAN di Aceh menjelang momentum politik mendatang. Dukungan dari berbagai elemen kader disebut menjadi modal awal untuk membangun mesin partai yang lebih solid dan terorganisir.

Pun demikian, jelas Munzir Mustafa, penunjukan Iswahyudi sekaligus memperlihatkan bahwa Dek Gam tengah memperkuat basis kekuasaan internal PAN Aceh dengan figur-figur loyal dan memiliki daya tarik publik. Jika strategi ini berhasil, Bireuen bisa menjadi salah satu lumbung suara penting bagi PAN di Aceh pada pemilu mendatang. (Id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |