Doa Saat Gunung Meletus, Bisa Diamalkan Saat Anak Krakatau Erupsi

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat memunculkan kekhawatiran masyarakat, terutama yang berada di wilayah sekitar Selat Sunda. Di tengah upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, umat Islam juga dianjurkan memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa.

Dalam ajaran Islam, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bahaya sekaligus wujud kepasrahan kepada Sang Pencipta.

Sejumlah doa yang dianjurkan saat menghadapi potensi bencana tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi. Doa tersebut dapat dibaca sebagai permohonan perlindungan dari berbagai musibah, termasuk bencana alam seperti letusan gunung berapi.

Dikutip NU Online, salah satu doa yang dianjurkan berbunyi:

"Allahumma inni a'udzubika minal hadmi wa a'udzubika minat taraddi wa a'udzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami..."

Doa tersebut berisi permohonan perlindungan dari reruntuhan, tergelincir, tenggelam, terbakar, hingga berbagai bahaya yang dapat mengancam keselamatan manusia.

Dalam konteks erupsi gunung berapi, doa itu dapat dimaknai sebagai permohonan agar terhindar dari longsoran material vulkanik, jatuh akibat getaran, maupun bahaya lain yang muncul akibat aktivitas gunung api.

Selain itu, terdapat pula doa yang dianjurkan dibaca setiap pagi dan petang:

"Bismillahil ladzi la yadurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis sama-i wa huwas sami'ul alim."

Artinya, "Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu di bumi dan di langit tidak dapat memberikan mudarat. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dalam riwayat Sunan Abu Dawud dan Tirmidzi disebutkan, doa tersebut dianjurkan dibaca tiga kali pada pagi dan petang hari sebagai bentuk permohonan perlindungan dari berbagai bahaya.

Doa Saat Tertimpa Musibah

Bagi mereka yang telah mengalami musibah atau terdampak bencana, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang dibaca ketika menghadapi cobaan.

Doa tersebut berbunyi:

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha."

Artinya, "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berikanlah pahala dalam musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik."

Menurut NU Online, dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa siapa yang membaca doa tersebut saat tertimpa musibah, Allah akan memberinya pahala atas musibah yang dialami serta menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

Para ulama menjelaskan bahwa musibah dapat dipahami sebagai ujian, peringatan, maupun sarana introspeksi diri. Karena itu, selain melakukan upaya penyelamatan dan mitigasi bencana, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih terus dipantau oleh Badan Geologi dan BMKG, masyarakat tetap diminta mengikuti arahan otoritas terkait, menghindari zona berbahaya, serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |