Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) merombak jajaran komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 17 Juni 2026. Salah satu keputusan penting yang disetujui pemegang saham adalah pengunduran diri Muktar Widjaja dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris Perseroan.
Muktar Widjaja merupakan salah satu putra mendiang pendiri Grup Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja. Ia telah lama menjadi figur penting dalam pengembangan bisnis properti Grup Sinarmas melalui Sinarmas Land, termasuk BSDE sebagai pengembang kota mandiri BSD City.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Michael Jackson Purwanto Widjaja dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan. Selain itu, BSDE memberhentikan dengan hormat Teky Mailoa dari posisi Wakil Presiden Komisaris dan Yoseph Franciscus Bonang dari jabatan Komisaris.
Menariknya, agenda perubahan susunan pengurus tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dari total suara yang hadir dalam rapat, sebanyak 987,7 juta saham atau sekitar 5,54% tercatat memberikan suara tidak setuju terhadap agenda tersebut. Meski demikian, usulan tetap disahkan karena memperoleh dukungan mayoritas suara pemegang saham.
Sebagai bagian dari restrukturisasi pengurus, pemegang saham menyetujui pengangkatan Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris, Hongky Jeffry Nantung sebagai Komisaris, serta Irhoan Tanudiredja sebagai Komisaris Independen untuk melanjutkan sisa masa jabatan hingga penutupan RUPS Tahunan tahun buku 2029.
Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris BSDE menjadi sebagai berikut:
Presiden Komisaris: Teky Mailoa
Komisaris: Hongky Jeffry Nantung
Komisaris Independen: Teddy Pawitra
Komisaris Independen: Susiyati Bambang Hirawan
Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja
Sementara susunan Direksi Perseroan tidak mengalami perubahan. Jabatan Presiden Direktur tetap dipegang Franciscus Xaverius Ridwan Darmali bersama enam direktur lainnya, yakni Lie Jani harjanto, Syukur Lawigena, Hermawan Wijaya, Liaw Herry Hendarta, Monik William, dan Siswanto Adisaputro.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

18 hours ago
5
















































