Dulu Upah Rp 500 Ribu Per Jam, Kini Hartanya Rp 17,8 Miliar

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekerjaan sebagai tukang las di sebuah perusahaan antariksa yang saat itu belum terlalu dikenal, bisa mengubah hidup seseorang secara drastis dalam waktu 10 tahun. Juan Hernandez, seorang imigran di Amerika Serikat, kini menjadi jutawan berkat keputusannya menerima tawaran kerja yang awalnya ia anggap biasa saja.

Kisah bermula pada tahun 2015. Saat itu, Juan baru saja menerima kabar dari temannya yang bekerja di SpaceX, yang menyarankan dia melamar posisi tukang las. "Saya tidak tahu apa itu SpaceX saat itu. Bagi saya, ini hanya pekerjaan kontrak biasa saja," ujarnya dalam wawancara dengan CBS News.

Saat diterima, ia mendapatkan bayaran sekitar US$ 28 per jam, upah yang sama seperti pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Namun, ada satu hal yang berbeda yaitu perusahaan memberinya saham senilai US$ 10.000. Saat itu, Juan sama sekali tidak memahami nilai jangka panjang dari tawaran tersebut.

"Bagi saya itu bukan hal besar. Saya tidak pernah ditawari saham di pekerjaan lain, dan saya tidak mengira nilainya akan setinggi ini," kenangnya.

Selama 10 bekerja di SpaceX, Juan bertugas membangun struktur pendukung roket dan infrastruktur peluncuran, hingga akhirnya naik pangkat menjadi supervisor. Baginya, kebijakan perusahaan memberikan kepemilikan saham kepada seluruh karyawan-mulai dari tukang las, koki, hingga teknisi-adalah kunci semangat kerja.

"Karyawan akan bekerja lebih baik karena merasa ini perusahaan mereka juga," katanya.

Pada Juni 2026, SpaceX resmi melantai di Bursa Efek Nasdaq dengan nilai IPO mencapai US$ 75 miliar. Saham perusahaan dengan kode perdagangan SPCX langsung melesat dan ditutup di angka US$ 160,95 per lembar pada hari pertama perdagangan.

Kepemilikan Juan yang berjumlah sekitar 6.500 lembar saham kini bernilai total lebih dari US$ 1.046.175, atau setara lebih dari Rp 17 miliar. Peristiwa ini sekaligus menjadikan pendiri SpaceX, Elon Musk, sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan mencapai US$ 1 triliun.

Meski kini telah menjadi jutawan, Juan tidak berubah. Ia tetap rendah hati dan berniat terus bekerja. Saat ini ia sudah bergabung dengan Blue Origin, perusahaan roket milik Jeff Bezos.

Jika diberi kesempatan berbicara langsung dengan Elon Musk, Juan mengaku hanya ingin mengucapkan terima kasih.

"Dia membuat mimpi ini menjadi mungkin bagi orang-orang seperti saya, yang bekerja sebagai tukang las, tukang listrik, atau koki. Dia mengubah hidup kami dan masa depan keluarga kami menjadi jauh lebih baik," ucapnya.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |