Ekonomi Lagi Susah, Begini Taktik Pedagang HP China agar Jualan Laku

5 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Daya beli masyarakat cukup menurun belakangan ini, menyusul harga dolar AS yang menguat hingga menyentuh level Rp17.750. Kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memicu kenaikan beberapa barang. 

Untuk produk elektronik, tekanan harga dolar AS ditambah pula dengan krisis kelangkaan RAM yang membuat produsen HP dan laptop mulai melakukan penyesuaian harga.

Honor Indonesia punya cara sendiri untuk menarik konsumen di tengah kondisi ekonomi yang lesu. Aryo Meidianto Aji, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor Honor di Indonesia menjelaskan konsumen akan bertanya soal apa saja yang akan didapatkan saat membeli sebuah perangkat.

Selain itu, masyarakat juga memperhitungkan hadiah atau keuntungan apa yang didapatkan saat membeli sebuah perangkat. Honor Indonesia memberikan beberapa penawaran untuk merangsang masyarakat melakukan pembelian.

"Misalkan kayak Mayday Pay, itu salah satu yang membuat mereka untuk dirangsang biar mereka cepat-cepat beli perangkatnya dalam waktu yang terbatas," jelasnya, ditemui di Honor Experience Store, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dia tak membantah adanya fenomena penurunan daya beli. Namun, kinerja penjualan juga bergantung pada banyak faktor, misalnya penempatan toko smartphone.

Salah satu contohnya, toko yang diletakkan di mall mungkin akan melihat daya beli yang tidak terlalu baik. Pasalnya trafik ke mall juga sedang menurun.

"Tapi kita masih bisa mengandalkan untuk daya beli itu di toko-toko yang memang ada di pinggir jalan. Karena kita kebanyakan berkaitan sama Erafone. Jadi Erafone yang di pinggir-pinggir jalan itu sebenarnya mendorong paling besar. Karena orang ke mall sekarang kayak, jarang ya mau beli-beli," ucapnya.

Aryo sendiri menegaskan pihaknya berupaya untuk menjaga harga perangkat tetap stabil di tengah tantangan ekonomi dan krisis RAM saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengatakan Honor lebih banyak mengeluarkan tablet dibandingkan dengan perangkat lainnya. Selama beberapa tahun terakhir trennya mengarah pada kenaikan penjualan tablet.

Salah satunya juga didukung masalah kenaikan storage yang menghantam keras industri laptop. Karena dengan harga sekitar Rp 5 jutaan belum bisa membeli laptop dengan spesifikasi yang mumpuni, dibandingkan dengan tablet.

Honor juga memiliki lini laptop, namun tidak sebanyak dengan lini tabletnya. Kenaikan penjualan tablet disebut Aryo mencapai 30-40% sejak isu kenaikan RAM tersebut terjadi.

"Mungkin sekitar 30-40% naik tablet dari mereka (laptop) kena isu harga," jelasnya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |