Ekspor Sawit, Batu Bara dan Ferro Alloy RI Lewat PT DSI, Ini Alasannya

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi menunjuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN ekspor yang akan mengelola mekanisme ekspor satu pintu. Khususnya untuk sejumlah komoditas sumber daya alam (SDA) strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pada tahap awal, kebijakan tersebut akan mencakup tiga komoditas utama yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

"Pelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang merupakan juga tiga ekspor terbesar kita. Yang pertama adalah batu bara, kedua kelapa sawit, dan ketiga terkait dengan ferro alloy," kata Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, kebijakan ini diperlukan untuk memperkuat pengawasan ekspor sekaligus meningkatkan kualitas dan validitas data ekspor nasional.

Di samping itu, pengaturan baru tersebut bertujuan untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan ekspor guna mencegah berbagai praktik yang merugikan negara, seperti under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor.

"Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya, sehingga kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara dari pelaksanaan ekspor lebih optimal," ujarnya.

Berdasarkan data yang ia paparkan, nilai ekspor tiga komoditas tersebut pada 2025 mencapai US$66,13 miliar atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional. Ketiganya juga menjadi salah satu penopang utama surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.

Rinciannya yakni nilai ekspor batu bara mencapai US$24,48 miliar, ekspor kelapa sawit atau CPO sebesar US$24,42 miliar, sedangkan ferro alloy atau besi paduan mencapai US$16,49 miliar.

"71 bulan berturut-turut dengan gambaran nilai ekspor batu bara sekitar US$ 24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO sebesar US$ 24,42 miliar, kemudian terkait dengan ferroalloy atau besi paduan sebesar US$ 16,49 miliar," ujar Airlangga.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |