Fakta Tak Terduga: 1994 ke 2026, Piala Dunia Selalu di Tengah Perang

10 hours ago 12

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

13 June 2026 14:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Piala Dunia 2026 kembali digelar di tengah situasi geopolitik dunia yang sedanag panas. Ajang sepak bola terbesar di dunia ini berlangsung saat sejumlah konflik besar masih berkecamuk, termasuk ketegangan perang di Timur Tengah. 

Edisi kali ini digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada. Namun, perhatian terhadap Piala Dunia 2026 tidak hanya datang dari sisi olahraga, melainkan juga dari latar konflik yang sedang terjadi di dunia.

Utamanya datang dari perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai sejak akhir Februari 2026. Kondisi ini menjadi menarik karena AS bukan hanya berstatus sebagai salah satu tuan rumah, tetapi juga ikut tampil sebagai peserta Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, Iran juga menjadi salah satu negara peserta di tengah tekanan politik dan keamanan akibat perang yang masih berlangsung. Artinya, turnamen ini digelar ketika sejumlah negara yang berkaitan langsung dengan konflik tersebut ikut berada dalam panggung sepak bola dunia.

Belum lagi perang Rusia-Ukraina yang hingga kini masih terus berlangsung. Sebagai catatan, perang kedua negara tersebut meletus pada Februari 2022 atau sudah berjalan lebih dari empat tahun.

Dengan latar belakang tersebut, Piala Dunia 2026 kembali menunjukkan bahwa sepak bola tidak selalu hadir di ruang yang sepenuhnya terpisah dari konflik. Dalam sejarahnya, turnamen empat tahunan ini beberapa kali berlangsung ketika dunia sedang dilanda perang besar. Bahkan, ada dua edisi Piala Dunia yang sampai harus ditiadakan akibat perang.

CNBC Indonesia telah merangkum daftar Piala Dunia yang berlangsung di tengah perang dan konflik besar global sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1930. Fakta nya, sejak Piala Dunia 1994, setiap edisi turnamen ini berlangsung ketika dunia sedang dibayangi perang di berbagai negara di belahan dunia.

Piala Dunia 1942 & 1946 Ditiadakan Akibat Perang Dunia II

Dalam sejarah Piala Dunia, Perang Dunia II menjadi satu-satunya konflik global yang benar-benar menghentikan turnamen ini.

Setelah Piala Dunia 1938 digelar di Prancis, edisi berikutnya seharusnya berlangsung pada 1942. Namun, rencana itu buyar setelah Perang Dunia II meletus pada 1939. Situasi dunia yang kacau membuat FIFA tidak mungkin menggelar turnamen sepak bola antarnegara.

Piala Dunia 1946 juga bernasib sama. Meski Perang Dunia II berakhir pada 1945, kondisi dunia belum pulih. Banyak negara masih menghadapi kerusakan ekonomi, politik, dan infrastruktur akibat perang. FIFA juga belum memiliki cukup ruang untuk menyiapkan turnamen besar dalam waktu singkat.

Piala Dunia 1950

Piala Dunia 1950 di Brasil menjadi edisi pertama setelah turnamen sepak bola ini absen dua kali akibat Perang Dunia II. Namun, kembalinya pesta sepak bola dunia tersebut tetap berlangsung di tengah situasi global yang panas.

Pada Juni 1950, Perang Korea pecah setelah Korea Utara menyerang Korea Selatan.

Konflik ini kemudian berkembang menjadi perang besar yang melibatkan kekuatan banyak negara besar, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Piala Dunia 1958

Delapan tahun berselang, pada Piala Dunia 1958 di Swedia berlangsung ketika Perang Aljazair masih berkecamuk.

Perang ini merupakan konflik kemerdekaan Aljazair melawan Prancis yang berlangsung sejak 1954 hingga 1962.

Konflik tersebut menjadi salah satu perang dekolonisasi paling penting pada abad ke-20. Di tengah perang itu, Piala Dunia tetap berjalan dan Brasil keluar sebagai juara untuk pertama kalinya.

Piala Dunia 1966

Piala Dunia 1966 di Inggris berlangsung ketika Perang Vietnam masih sangat panas. Konflik ini menjadi salah satu perang terbesar pada masa Perang Dingin.

Keterlibatan Amerika Serikat di Vietnam semakin besar pada dekade 1960-an, yangn membuat situasi ini membuat dunia berada dalam ketegangan tinggi, meski Piala Dunia tetap berjalan dan Inggris keluar sebagai juara.

Piala Dunia 1970

Empat tahun kemudian, Piala Dunia 1970 di Meksiko kembali berlangsung di tengah Perang Vietnam. Pada periode ini, perang masih menjadi isu besar dalam politik global dan memicu gelombang protes di berbagai negara.

Meski situasi dunia penuh ketegangan, Piala Dunia 1970 tetap dikenang sebagai salah satu edisi terbaik dalam sejarah, dengan Brasil keluar sebagai juara.

Piala Dunia 1974

Piala Dunia 1974 di Jerman Barat juga berlangsung sebelum Perang Vietnam benar-benar berakhir. Konflik tersebut baru selesai pada 1975.

Edisi 1974 menjadi salah satu contoh bahwa Piala Dunia tetap bisa berlangsung meski salah satu perang besar dunia masih belum selesai. Jerman Barat kemudian keluar sebagai juara setelah mengalahkan Belanda di final.

Piala Dunia 1982

Piala Dunia 1982 di Spanyol berlangsung di tengah dua konflik besar. Pertama, Perang Falkland atau Malvinas antara Inggris dan Argentina. Perang ini berakhir pada 14 Juni 1982, hanya sehari setelah Piala Dunia 1982 dimulai.

Di saat yang sama, Perang Iran-Irak juga masih berlangsung. Perang yang dimulai pada 1980 itu menjadi salah satu konflik paling berdarah di Timur Tengah modern dan baru berakhir pada 1988.

Piala Dunia 1986

Piala Dunia 1986 di Meksiko berlangsung ketika Perang Iran-Irak masih berjalan. Konflik ini menyeret dua negara besar di kawasan Teluk dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Edisi ini kemudian dikenang luas karena penampilan luar biasa Diego Maradona yang membawa Argentina menjadi juara dunia.

Piala Dunia 1994

Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat berlangsung ketika dunia diguncang dua tragedi besar, yakni Perang Bosnia dan Genosida Rwanda.

Perang Bosnia berlangsung sejak 1992 hingga 1995 setelah pecahnya Yugoslavia. Sementara itu, Genosida Rwanda terjadi pada 1994 dan menjadi salah satu tragedi kemanusiaan paling kelam pada akhir abad ke-20.

Piala Dunia 1998

Piala Dunia 1998 di Prancis berlangsung ketika Perang Kosovo mulai memanas di kawasan Balkan. Konflik ini menjadi bagian dari rangkaian perang setelah pecahnya Yugoslavia.

Pada tahun yang sama, Perang Kongo II juga pecah di Afrika. Konflik ini kemudian dikenal sebagai salah satu perang paling mematikan di dunia setelah Perang Dunia II karena melibatkan banyak negara di Afrika.

Piala Dunia 2002

Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea Selatan dan Jepang berlangsung tidak lama setelah Perang Afghanistan dimulai. Perang ini pecah pada 2001 setelah serangan 11 September di Amerika Serikat.

Turnamen ini menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di Asia, tetapi berlangsung di tengah situasi global yang berubah drastis setelah serangan teror 9/11 dan perang melawan teror.

Piala Dunia 2006

Piala Dunia 2006 di Jerman berlangsung ketika Perang Irak dan Perang Afghanistan masih berjalan. Kedua perang ini melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya secara langsung.

Di tengah situasi geopolitik tersebut, Italia keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Prancis lewat adu penalti di final.

Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan berlangsung ketika Perang Afghanistan masih berlanjut. Konflik ini menjadi salah satu perang terpanjang yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya.

Meski begitu, edisi 2010 mencatat sejarah karena menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di benua Afrika. Spanyol keluar sebagai juara untuk pertama kalinya.

Piala Dunia 2014

Piala Dunia 2014 di Brasil berlangsung di tengah beberapa konflik besar. Pada tahun tersebut, Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina, yang kemudian memicu konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Di saat yang sama, perang saudara Suriah juga masih berlangsung. Konflik Gaza 2014 antara Israel dan Hamas juga pecah pada tahun yang sama, membuat situasi geopolitik global semakin panas.

Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 di Rusia berlangsung ketika perang saudara Suriah dan perang Yaman masih berlangsung. Konflik Ukraina timur juga belum selesai sejak 2014.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Rusia sebagai tuan rumah saat itu juga menjadi aktor penting dalam konflik Ukraina dan Suriah.

Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 di Qatar berlangsung beberapa bulan setelah Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Perang tersebut menjadi konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Meski perang masih berlangsung, Piala Dunia Qatar tetap digelar dan Argentina keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis di final.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |