Harga Bahan Baku Plastik Jadi Hantu Industri, Menperin Respons Begini

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran pelaku industri terhadap pasokan bahan baku kian menguat di tengah gejolak harga energi global yang mendorong kenaikan harga  material industri. Sejumlah asosiasi bahkan mulai memberi sinyal potensi gangguan produksi jika kondisi ini tidak segera diatasi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa isu utama saat ini bukan hanya ketersediaan, tetapi juga harga bahan baku yang membebani industri.

"Kata kuncinya adalah pricing. Pemerintah akan terus menjaga ketersediaan bahan baku, termasuk plastik," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pemerintah mulai mengarahkan perhatian pada stabilitas harga agar tidak menekan pelaku usaha, khususnya sektor industri kecil yang paling rentan terhadap gejolak biaya produksi.

"Saya akan melakukan pendekatan kepada produsen, khususnya agar industri kecil bisa mendapatkan harga yang tidak memberatkan," tegasnya.

Langkah ini menjadi penting karena pelaku industri kecil dinilai memiliki ruang terbatas untuk menyerap kenaikan biaya. Tanpa intervensi, tekanan harga dikhawatirkan berdampak pada kelangsungan usaha.

"Produsen diharapkan bisa mengurangi margin, sehingga harga untuk industri kecil tidak menghambat pengembangan usaha mereka," lanjutnya.

Selain harga, pemerintah juga menyiapkan strategi alternatif untuk menjaga pasokan agar tetap tersedia di tengah tekanan global. "Dari sisi kuantitas, pemerintah akan terus mencari substitusi bahan baku," tambahnya.

Di tengah situasi ini, koordinasi dengan pelaku industri menjadi krusial agar kebijakan yang diambil tetap efektif dan tepat sasaran. "Kami akan terus berkoordinasi dengan supplier agar ada ruang penyesuaian bagi industri kecil dan sektor lainnya," katanya.

Tekanan terhadap bahan baku disebut tidak hanya dialami Indonesia. Kondisi global ikut mempersempit ruang gerak industri dalam mendapatkan pasokan. "Bukan hanya Indonesia yang menghadapi kelangkaan bahan baku, ini terjadi secara global," katanya.

Sebelumnya Pengusaha mengungkapkan dampak dari perang di Timur Tengah membuat banyak perusahaan menghadapi tantangan yang berat, terutama perusahaan-perusahaan yang mengandalkan bahan bakunya impor, karena terbatasnya bahan baku impor.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan terbatasnya bahan baku impor dapat menyebabkan produksi terhenti. Bahkan, pihaknya pesimis apakah bulan-bulan berikutnya bisa tetap produksi.

"Situasi yang kita hadapi saat ini, situasi yang tidak mudah di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga ada ancaman perang Iran, supply chain juga mulai terbatas," kata Bob dalam paparannya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, Selasa (14/4/2026).

(hoi/hoi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |