Harga Minyak Dunia Melonjak, Kemungkinan Harga BBM Subsidi Disesuaikan

4 hours ago 2
EkonomiNusantara

Harga Minyak Dunia Melonjak, Kemungkinan Harga BBM Subsidi Disesuaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa . (ist)

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

JAKARTA (Waspada.id): Perang Iran vs Israel-AS menyebabkan harga minyak dunia melonjak menembus 100 dollar Amerika Serikat per barel pada perdagangan Minggu, setelah produsen utama di Timur Tengah memangkas produksi.

Kenaikan harga berlangsung cepat di pasar energi global. Dilaporkan CNBC, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI yang menjadi patokan Amerika Serikat naik 17 persen atau 15,32 dollar Amerika Serikat menjadi 106,22 dollar Amerika Serikat per barel.

Dengan asumsi kurs sekitar Rp16.940 per dollar Amerika Serikat, harga tersebut setara sekitar Rp1.799.280 per barel.

Minyak mentah Brent yang menjadi patokan global juga meningkat 15 persen atau 14,28 dollar Amerika Serikat menjadi 106,92 dollar Amerika Serikat per barel atau sekitar Rp1.811.134 per barel.

BBM Subsidi Disesuaikan

Memanasnya konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pemerintah masih memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah kebijakan.

Namun Pemerintah membuka kemungkinan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi bakal disesuaikan, jika lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut.

Purbaya menjelaskan, pemerintah telah melakukan simulasi terhadap sejumlah skenario kenaikan harga minyak. Hasil perhitungan menunjukkan defisit anggaran berpotensi meningkat jika harga minyak terus melonjak.

“Kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS per barrel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa, defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya dalam buka puasa bersama wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pemerintah mempertimbangkan beberapa langkah untuk menahan tekanan terhadap APBN. Salah satu opsi berupa penyesuaian belanja negara.

Pemerintah juga membuka kemungkinan berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM subsidi.

Program yang dinilai tidak mendesak berpotensi ditunda atau digeser ke tahun berikutnya. Purbaya menegaskan, belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi prioritas.

Purbaya juga mempertimbangkan efisiensi pada sejumlah komponen belanja program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Langkah tersebut dipertimbangkan jika tekanan terhadap APBN meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

Dia menjelaskan, efisiensi tidak akan menyentuh komponen utama penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Pemerintah akan mengevaluasi pengeluaran pendukung program.

Purbaya menegaskan, pemerintah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Seperti terjadi di periode ketika harga minyak mencapai sekitar 150 dollar AS per barrel.

“Waktu itu ekonomi memang melambat, tapi tidak jatuh. Kita punya pengalaman mengatasi situasi seperti itu,” tegas Purbaya. (Id88)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |