Jakarta, CNBC Indonesia - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terus mengambil peran penting dalam membentuk wajah Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan perekonomian nasional. Sejalan dengan transformasinya menuju kota global yang modern dan berkelanjutan, Waskita Karya tengah merampungkan Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai yang akan menjadi salah satu pengungkit utama konektivitas perkotaan.
Proyek senilai Rp 4,1 triliun milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda) tersebut akan menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi terbesar di Indonesia. Kehadiran jalur LRT ini diharapkan semakin mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik, mengurangi kemacetan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung target penurunan emisi karbon di kawasan metropolitan.
"Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga episentrum pertumbuhan ekonomi nasional yang terus bergerak dan bertransformasi. Di kota inilah jutaan orang datang membawa harapan, mimpi, dan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik. Maka Waskita Karya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan Jakarta melalui berbagai karya infrastruktur yang mendukung mobilitas, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat," ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Atas dasar itu, Waskita terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur berkualitas yang mampu memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Jejak kontribusi Waskita Karya dalam pembangunan Jakarta telah dimulai sejak 1973 dan terus berlanjut hingga saat ini. Selama lebih dari lima dekade, Perseroan turut menghadirkan berbagai infrastruktur yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari sarana transportasi publik, gedung pencakar langit, fasilitas kesehatan, pusat bisnis, hingga bangunan yang memiliki nilai sejarah dan sosial bagi bangsa.
Salah satu karya yang kini menjadi ikon baru ruang publik Jakarta adalah Halte Transjakarta Tosari. Berlokasi tepat di kawasan Bundaran HI, halte dengan desain menyerupai kapal pesiar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi modern, tetapi juga menjadi destinasi favorit masyarakat untuk menikmati panorama pusat Kota Jakarta.
"Halte Tosari menunjukkan bahwa infrastruktur saat ini tidak hanya harus fungsional, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat. Dari atas halte tersebut, warga dapat menikmati lanskap Jakarta dari perspektif yang berbeda sekaligus melihat langsung wajah modern ibu kota," ujar Ermy.
Dalam mendukung transformasi transportasi perkotaan, Waskita juga merevitalisasi sejumlah halte strategis seperti Dukuh Atas 1 dan Cikoko yang terintegrasi dengan jaringan LRT Jabodebek. Kehadiran fasilitas yang ramah disabilitas, area komersial, dan ruang publik yang lebih nyaman menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontribusi Perseroan terhadap konektivitas Jakarta juga tercermin melalui pembangunan Stasiun BNI City yang hingga kini menjadi salah satu gerbang utama perjalanan masyarakat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Infrastruktur tersebut memperkuat integrasi antarmoda sekaligus mendukung mobilitas jutaan warga dan pelaku usaha setiap tahunnya.
Tidak hanya menghadirkan konektivitas, Waskita turut membangun sejumlah landmark yang membentuk cakrawala Jakarta. Salah satunya Wisma 46 yang hingga kini menjadi salah satu gedung paling ikonik di Indonesia. Dengan desain arsitektur yang khas dan menjulang setinggi 262 meter, bangunan tersebut menjadi simbol modernisasi Jakarta sekaligus pusat aktivitas bisnis nasional.
Selain itu, Perseroan juga membangun Plaza Mandiri yang saat ini bertransformasi menjadi Wisma Danantara Indonesia. Gedung yang kini digunakan sebagai kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tersebut menjadi simbol baru pengelolaan investasi strategis nasional.
"Kami bangga karena berbagai karya yang dibangun Waskita tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga terus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan agenda strategis pemerintah," kata Ermy.
Jejak pembangunan Waskita juga hadir di kawasan Kompleks Bank Indonesia melalui pembangunan sejumlah menara dan fasilitas pendukung yang hingga kini menjadi bagian penting dari operasional bank sentral. Konsistensi dalam menjaga kualitas konstruksi membuat berbagai bangunan tersebut tetap berfungsi optimal selama bertahun-tahun.
Perseroan juga membangun berbagai fasilitas yang setiap hari digunakan masyarakat. Mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, rumah ibadah, perpustakaan nasional, hingga fasilitas kesehatan.
"Tidak banyak yang mengetahui bahwa sejumlah ikon Jakarta seperti Senayan City, Kota Kasablanka, Perpustakaan Nasional, Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, hingga berbagai fasilitas kesehatan strategis merupakan bagian dari jejak karya Waskita. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan bukan hanya soal konstruksi, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Dalam sektor kesehatan, Perseroan berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya RSUP Fatmawati, RSCM, RSUD Pasar Minggu, serta RS Darurat Covid-19 Kemayoran yang berperan penting selama masa pandemi.
Kini Waskita tengah menyelesaikan pembangunan Kantor Kedutaan Besar India di Jakarta Selatan. Proyek tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi internasional sekaligus mencerminkan kepercayaan global terhadap kemampuan konstruksi nasional.
"Selama lebih dari setengah abad, Waskita bertumbuh bersama Jakarta. Kami tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga ikut membangun konektivitas, produktivitas, dan masa depan kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi Indonesia. Komitmen itu akan terus kami lanjutkan untuk mendukung Jakarta menuju usia 500 tahun dan seterusnya," tutur Ermy.
(rah/rah)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































