Interaksi Dark Matter dan Dark Energy Diungkap, Misteri Besar Antariksa

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar alam semesta ternyata masih menjadi misteri bagi manusia. Berdasarkan kajian dalam jurnal bertajuk Unraveling the Mysteries of the Cosmos: A Comprehensive Review of Dark Matter and Dark Energy, materi biasa yang membentuk bintang, planet, dan berbagai struktur kosmik yang dapat terlihat hanya menyusun sekitar 5% dari keseluruhan isi alam semesta.

Sebanyak 95% sisanya terdiri dari dua komponen yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami, yakni materi gelap (dark matter) sekitar 27% dan energi gelap (dark energy) sekitar 68%.

Meski tidak dapat diamati secara langsung seperti materi biasa, keberadaan kedua komponen tersebut dapat ditelusuri melalui pengaruhnya terhadap alam semesta, terutama melalui efek gravitasi.

Kajian tersebut menyebut bukti keberadaan materi gelap berasal dari berbagai pengamatan independen.

Beberapa di antaranya mencakup pergerakan rotasi galaksi, pelensaan gravitasi, pengukuran cosmic microwave background, hingga pembentukan struktur alam semesta dalam skala besar.

Berbagai temuan tersebut secara kolektif memperkuat dugaan bahwa materi gelap memang ada. Namun, ilmuwan hingga kini masih menghadapi tantangan besar untuk mendeteksi partikel dark matter secara langsung.

Sementara itu, dark energy berkaitan dengan fenomena percepatan ekspansi alam semesta. Bukti mengenai keberadaannya antara lain diperoleh melalui pengamatan supernova tipe Ia, baryon acoustic oscillations, serta pengukuran terhadap ekspansi kosmik.

"Baik materi gelap maupun energi gelap membentuk sekitar 95% kandungan energi-massa alam semesta kita, namun sifat fundamentalnya masih menjadi salah satu misteri paling mendalam dalam fisika modern," tulis peneliti dalam jurnal yang terbit di situs SSRN, dikutip Kamis (10/9/2026).

Dark matter dan dark energy juga memainkan peran berbeda dalam evolusi alam semesta. Materi gelap menghasilkan tarikan gravitasi yang membantu membentuk galaksi dan struktur kosmik. Sebaliknya, energi gelap memiliki efek yang mendorong percepatan ekspansi alam semesta.

Hubungan keduanya menjadi salah satu persoalan penting dalam kosmologi karena turut menentukan bagaimana alam semesta berkembang dari masa lalu hingga masa depan.

Interaksi dua unsur misterius

Materi gelap dan energi gelap ternyata berpotensi tidak berdiri sendiri. Keduanya diduga dapat saling berinteraksi dan memengaruhi perubahan satu sama lain.

Gagasan mengenai interaksi antara kedua komponen misterius alam semesta itu sebenarnya bukan hal baru. Fisikawan Justin Khoury dari University of Pennsylvania telah meneliti kemungkinan tersebut sejak 2005.

Dalam penelitian bersama dua rekan penulisnya saat itu, Khoury mengajukan pertanyaan hipotetis mengenai kemungkinan adanya bentuk energi gelap yang kepadatan energinya terus meningkat seiring waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila energi gelap dan materi gelap dapat saling memengaruhi, keduanya bisa menghasilkan perilaku yang terlihat seperti phantom, meskipun sebenarnya bukan fenomena phantom.

Ke depannya, perkembangan teori, simulasi komputasi, serta teknik analisis baru akan melengkapi pengamatan tersebut.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |