Janji Percepatan Huntara Diuji Jelang Lebaran, Pengamat: Jangan Sampai Penyintas Kembali Kecewa

13 hours ago 5
Aceh

 Jangan Sampai Penyintas Kembali Kecewa Dr Usman Lamreung

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Rencana percepatan pengisian 9.694 unit hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Aceh sebelum Lebaran mendapat sorotan dari pengamat politik dan kebijakan publik, Dr Usman Lamreung.

Ia mengingatkan agar janji tersebut benar-benar direalisasikan dan tidak berhenti pada pernyataan di ruang publik.

Sebelumnya, Satgaswil Aceh menyatakan akan mempercepat pengisian huntara agar para penyintas tidak lagi harus tinggal di tenda menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pernyataan ini dinilai patut diapresiasi, namun publik diingatkan untuk tidak melupakan bahwa janji serupa juga pernah disampaikan sebelum Ramadan. Faktanya, hingga memasuki Ramadan, pembangunan huntara belum juga rampung sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan penyintas.

“Karena itu kita berharap percepatan kali ini bukan sekadar janji yang diucapkan di media, tetapi benar-benar terjadi di lapangan. Jangan sampai korban kembali dikecewakan,” kata Usman Lamreung, Jumat (6/3).

Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Satgas Rehab Rekon saat berkunjung ke Pidie Jaya. Ia menyebut sekitar 6.000 penyintas ditargetkan sudah dapat menempati huntara sebelum Lebaran.

Saat ini, menurutnya, pembangunan dan pengisian hunian sementara terus dipercepat agar para penyintas tidak lagi bertahan di tenda menjelang hari raya.

Usman menegaskan, percepatan yang dijanjikan harus dibuktikan melalui langkah konkret di lapangan. Pemerintah perlu memastikan seluruh proses berjalan, mulai dari penyelesaian konstruksi, penyediaan fasilitas dasar, hingga kepastian distribusi unit kepada para penyintas.

“Tanpa pengawasan yang ketat dan kerja yang nyata di lapangan, target pengisian sebelum Lebaran berpotensi kembali meleset,” ujarnya.

Ia juga menilai transparansi progres pembangunan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, penyintas yang selama ini tinggal di tenda membutuhkan kepastian mengenai jumlah unit yang telah selesai, lokasi huntara yang siap dihuni, serta jadwal pemindahan ke hunian sementara.

“Percepatan pembangunan huntara ini bukan sekadar mengejar target menjelang Lebaran, tetapi menyangkut pemulihan martabat para penyintas yang sudah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan,” katanya.

Karena itu, Usman berharap pemerintah dan Satgas Rehab Rekon memastikan janji percepatan pembangunan benar-benar terealisasi sehingga para penyintas dapat merayakan Lebaran dengan tempat tinggal yang lebih layak.(hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |