Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menyiapkan sejumlah program layanan keagamaan dan sosial bagi masyarakat. Program tersebut meliputi pelaksanaan Sidang Isbat penetapan 1 Syawal, penguatan gerakan zakat nasional melalui Indonesia Berzakat, hingga penyediaan 6.859 Masjid Ramah Pemudik di berbagai wilayah Indonesia.
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menyiapkan sejumlah program layanan keagamaan dan sosial bagi masyarakat. Program tersebut meliputi pelaksanaan Sidang Isbat penetapan 1 Syawal, penguatan gerakan zakat nasional melalui Indonesia Berzakat, hingga penyediaan 6.859 Masjid Ramah Pemudik di berbagai wilayah Indonesia.
Berbagai kegiatan ini menjadi bagian dari program Joyful Ramadan Mubarak yang diinisiasi Ditjen Bimas Islam untuk menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat. Program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ibadah selama Ramadan, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial serta memperluas pelayanan keagamaan kepada umat.
Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, salah satu agenda utama menjelang Idulfitri adalah pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
“Sekitar pukul 16.30 WIB akan dilaksanakan seminar mengenai posisi hilal pada 29 Ramadan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai organisasi masyarakat Islam,” ujar Abu Rokhmad dalam Press Briefing Isu-Isu Aktual Kebimasislaman di Jakarta, Senin (9/3/2026). Hadir dalam kesempatan itu Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu serta jajaran direktur di lingkungan Ditjen Bimas Islam Kemenag.
Ditambahkan Abu, sidang isbat merupakan mekanisme resmi negara yang diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026. Forum ini mempertemukan para ahli hisab dan rukyat, perwakilan organisasi masyarakat Islam, lembaga penelitian, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menentukan awal bulan Hijriah secara ilmiah dan transparan.
Sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal yang menghadirkan para ahli astronomi dan pakar falak. Setelah itu, sidang dilaksanakan secara tertutup dengan melibatkan perwakilan ormas Islam, ahli hisab dan rukyat, serta instansi terkait sebelum hasilnya diumumkan kepada masyarakat melalui konferensi pers.
Selain sidang isbat, Ditjen Bimas Islam juga memperkuat gerakan zakat melalui program Indonesia Berzakat yang akan digelar di Istana Merdeka. Program ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat sekaligus mendorong solidaritas sosial.
Kementerian Agama bersama sejumlah kementerian dan lembaga juga menggelar program Tebar Harapan Ramadan (THR) yang menargetkan penyaluran dua juta paket zakat fitrah kepada keluarga di berbagai daerah.
“Program yang akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026 di Velodrome Jakarta Timur ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, Majelis Ulama Indonesia, Baznas RI, Forum Zakat, serta berbagai lembaga filantropi Islam,” jelas Abu Rokhmad.
Selain penguatan zakat, Ditjen Bimas Islam juga menghadirkan program Masjid Ramah Pemudik untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. Program ini melibatkan 6.859 masjid di berbagai wilayah Indonesia yang disiapkan sebagai tempat istirahat sekaligus pusat layanan ibadah bagi para pemudik selama perjalanan.
Program tersebut akan diluncurkan melalui kegiatan Kick-Off Ekspedisi Masjid Indonesia, hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Radio Elshinta.
“Pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng akan dilakukan kick-off Program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia,” ujarnya.
Menurut Abu Rokhmad, Idulfitri tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga momentum sosial yang mempererat kebersamaan masyarakat. Tradisi mudik dan arus balik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
“Karena itu, Kementerian Agama ingin memastikan para pemudik tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik dan memperoleh layanan yang memadai selama perjalanan,” katanya.
Melalui program Masjid Ramah Pemudik, masjid-masjid yang terlibat diharapkan menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, seperti akses masjid yang buka selama 24 jam, ruang istirahat, fasilitas wudu dan mandi, tempat pengisian daya telepon genggam, hingga takjil bagi pemudik yang berbuka puasa di perjalanan.
Selain itu, Ditjen Bimas Islam juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan keagamaan lain selama Ramadan, antara lain Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan di Istana Merdeka serta program Salat Tarawih Keliling (STARLING) di berbagai kementerian dan lembaga.
Melalui berbagai program tersebut, Ditjen Bimas Islam berharap Ramadan 1447 H tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, pelayanan keagamaan, serta kebersamaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































