Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
22 February 2026 20:00
Jakarta, CNBC Indonesia- Kayu bernilai tinggi masih menjadi komoditas penting dari hutan Indonesia. Beberapa jenis masuk kategori premium karena pasokannya terbatas dan penggunaannya spesifik. Industri parfum, furnitur mewah hingga alat musik menjadi konsumen utama. Harga sebagian kayu bahkan dapat disejajarkan dengan logam mulia.
Jenis dengan nilai tertinggi berasal dari kelompok kayu aromatik. Ada pula kayu keras tropis yang dicari karena kekuatan materialnya. Kombinasi karakter fisik dan kebutuhan industri membuat harga kayu tertentu jauh melampaui kayu konstruksi biasa.
Gaharu, Resin yang Bernilai Tinggi
Kayu gaharu termasuk komoditas bernilai paling tinggi. Resin aromatik yang terbentuk akibat infeksi jamur menjadi sumber nilai utama. Bahan ini dipakai untuk parfum dan dupa premium. Harga gaharu kualitas tinggi di dalam negeri dapat mencapai sekitar Rp53 juta per kilogram. Di pasar global nilainya dapat menembus Rp133 juta per kilogram. Dengan harga emas Rp1,965 juta per gram, nilai satu kilogram gaharu setara sekitar 67 gram emas.
Permintaan datang dari kawasan Timur Tengah dan Asia Timur. Produksi memerlukan perlakuan khusus karena resin tidak terbentuk secara alami pada seluruh pohon. Petani biasanya melakukan inokulasi jamur untuk merangsang pembentukan gaharu sebelum panen.
Eboni, Kayu Hitam Padat
Kelompok kayu keras tropis juga memiliki nilai ekonomi besar. Eboni dikenal dari warna hitam pekat dan struktur kayu yang padat. Material ini banyak dipakai untuk alat musik dan furnitur kelas atas. Kayu eboni dengan mutu terbaik diperdagangkan sekitar Rp7 juta per meter kubik. Jepang dan negara Eropa menjadi pasar utama.
Kepadatan eboni tinggi sehingga kayu dapat tenggelam di air. Pertumbuhan pohon berlangsung lambat sehingga pasokan terbatas. Penebangan biasanya diikuti proses pengeringan panjang sebelum kayu siap digunakan.
Cendana, Kayu Aromatik Bernilai Stabil
Kayu cendana berada pada kelompok aromatik dengan harga lebih rendah dibanding gaharu. Komoditas ini diperdagangkan sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per kilogram. Nilai utama berasal dari minyak atsiri yang dipakai dalam produk perawatan tubuh dan parfum. Pasar ekspor terbesar berada di India dan China. Pohon cendana tumbuh di wilayah kering dan membutuhkan tanaman inang selama masa pertumbuhan.
Merbau, Andalan Konstruksi Tropis
Kayu merbau termasuk bahan utama untuk konstruksi berat dan lantai premium. Warna merah kecoklatan dan ketahanan terhadap rayap membuatnya banyak dipakai di kawasan tropis. Harga merbau berkisar Rp6 juta sampai Rp9 juta per meter kubik. Sumber produksi banyak berasal dari Papua dan Maluku. Kayu ini umum digunakan untuk lantai dan bangunan dengan kebutuhan kekuatan tinggi.
Jati, Standar Industri Furnitur
Kayu jati tetap menjadi standar industri furnitur. Material ini digunakan untuk bangunan, kapal, dan perabot kelas atas. Harga jati premium berkisar Rp15 juta sampai Rp20 juta per meter kubik. Jati kualitas menengah diperdagangkan Rp8 juta sampai Rp12 juta per meter kubik. Dengan harga emas saat ini, nilai satu meter kubik jati premium setara sekitar 10 gram emas.
Siklus tanam jati berlangsung panjang. Pohon biasanya dipanen setelah lebih dari dua dekade. Pengeringan dilakukan untuk menurunkan kadar air sebelum kayu diolah menjadi produk akhir.
Sonokeling, Kayu Dekoratif Premium
Sonokeling masuk kelompok kayu dekoratif bernilai tinggi. Warna gelap dengan pola kontras menjadi daya tarik utama. Kayu ini dipakai untuk alat musik dan furnitur premium. Harga sonokeling berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta per meter kubik. Karakter resonansi membuatnya digunakan dalam produksi gitar dan instrumen lain.
Mahoni, Furnitur Kelas Menengah
Mahoni banyak dipakai sebagai bahan furnitur. Warna merah kecoklatan dan tekstur halus memudahkan proses finishing. Harga kayu mahoni berkisar Rp5 juta sampai Rp7 juta per meter kubik. Material ini sering digunakan sebagai alternatif jati pada produk furnitur kelas menengah.
Mindi, Kayu Interior Ringan
Mindi berada pada kelompok kayu ringan untuk interior. Warna kayu berkisar coklat muda hingga kemerahan. Harga mindi berada di kisaran Rp3 juta sampai Rp4,5 juta per meter kubik. Industri furnitur menggunakan kayu ini untuk produk dekoratif dan perabot ringan.
Harga kayu premium mengikuti kebutuhan industri global. Negara pengimpor utama berada di Asia Timur, Timur Tengah, Amerika Serikat dan Eropa. Permintaan stabil menjaga nilai komoditas hutan tetap tinggi.
Ketersediaan kayu bernilai tinggi bergantung pada siklus tanam yang panjang. Produksi memerlukan pengelolaan hutan yang ketat agar pasokan tidak menurun dalam jangka panjang. Tanpa pengaturan penebangan, beberapa jenis kayu berisiko semakin sulit ditemukan.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)

9 hours ago
6
















































