Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berbeda pandangan soal mekanisme pencabutan sanksi dalam perundingan untuk membatasi program nuklir Teheran.
Melansir Reuters, kedua negara kembali membuka jalur negosiasi awal bulan ini untuk meredakan ketegangan panjang terkait program nuklir Iran. Langkah itu muncul di saat AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik. Iran pun telah mengancam akan menyerang pangkalan AS di kawasan itu jika lebih dulu diserang.
"Putaran pembicaraan terakhir menunjukkan bahwa gagasan AS mengenai cakupan dan mekanisme pencabutan sanksi berbeda dari tuntutan Iran. Kedua belah pihak perlu mencapai jadwal yang logis untuk mencabut sanksi," kata seorang pejabat senior Iran, dikutip dari Reuters, Minggu (22/2/2026).
"Peta jalan ini harus masuk akal dan berdasarkan kepentingan bersama," sambungnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi sebelumnya menyebut draf usulan balasan diperkirakan siap dalam beberapa hari. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas.
Sinyal Kompromi Nuklir
Meski menolak tuntutan AS soal "pengayaan nol", Teheran memberi sinyal kesiapan berkompromi dalam aktivitas nuklirnya. Washington menilai pengayaan uranium di dalam negeri Iran berpotensi menjadi jalur menuju senjata nuklir. Iran membantah tuduhan tersebut.
AS juga mendesak Iran melepaskan cadangan uranium yang sangat diperkaya (Highly Enriched Uranium/HEU). Lembaga nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, persediaan Iran mencapai lebih dari 440 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian 60%, mendekati level 90% yang dianggap sebagai kualitas senjata.
Pejabat Iran mengatakan Teheran dapat mempertimbangkan kombinasi ekspor sebagian HEU, pengenceran tingkat kemurnian uranium, serta pembentukan konsorsium pengayaan regional, dengan syarat hak Iran atas "pengayaan nuklir secara damai" diakui.
"Negosiasi terus berlanjut dan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan sementara ada," ujarnya.
Imbal Balik Ekonomi
Iran menilai solusi diplomatik akan menguntungkan kedua pihak secara ekonomi. Dalam paket yang dibahas, Teheran disebut membuka peluang investasi bagi AS di sektor minyak.
"Dalam paket ekonomi yang sedang dinegosiasikan, Amerika Serikat juga telah ditawari peluang untuk investasi serius dan kepentingan ekonomi nyata di industri minyak Iran," kata pejabat tersebut.
Namun, ia menegaskan Iran tidak akan menyerahkan kendali atas sumber daya alamnya.
"Pada akhirnya, AS dapat menjadi mitra ekonomi bagi Iran, tidak lebih. Perusahaan-perusahaan Amerika selalu dapat berpartisipasi sebagai kontraktor di ladang minyak dan gas Iran," pungkasnya.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

9 hours ago
6
















































