Kakankemenag Abdya Dr Marwan Z, didampingi Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, menyerahkan paket bantuan Tebar Harapan Ramadan (THR) kepada mustahik, Kamis (12/3).Waspada.id/Syafrizal
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BLANGPIDIE (Waspada.id): Momentum Ramadan kembali dimaknai sebagai ruang penguatan solidaritas sosial.
Kantor Kementerian Agama (Kankemenag), Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (12/3), menyalurkan 200 paket bantuan Tebar Harapan Ramadan (THR) kepada para mustahik, melalui kegiatan Indonesia Berdaya – “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, yang dirangkai dalam program Selasar Hangat x Joyful Ramadhan.
Bantuan tersebut disalurkan kepada siswa-siswi dan santri, di bawah naungan KemenagAbdya,, serta masyarakat di sekitar lingkungan kantor Kemenag, yang tergolong dalam kategori fakir miskin. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat dana sosial keagamaan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai kepedulian di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak secara nasional dari Jakarta, diikuti oleh 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, serta 509 kabupaten/kota, melalui satuan kerja Bimbingan Masyarakat Islam.
Gerakan ini merupakan kolaborasi lintas lembaga, yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Forum Zakat, serta berbagai lembaga amil zakat dan lembaga filantropi nasional lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari Majelis Berkah Ramadan, sekaligus Kick Off Serentak 2 Juta Paket Zakat Fitrah, untuk Keluarga Indonesia, yang ditujukan kepada masyarakat yang berhak menerima di berbagai daerah.
Kakankemenag Abdya Dr H Marwan Z menegaskan, program ini bukan sekadar seremoni penyaluran bantuan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola dana sosial keagamaan, yang lebih kolaboratif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Ramadan selalu menjadi momentum strategis, untuk menghadirkan nilai-nilai keadilan sosial dalam Islam, melalui penguatan ekosistem zakat, infak dan sedekah, yang dikelola secara profesional dan akuntabel.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun sinergi yang kuat antara Kemenag Abdya, pemerintah daerah, Baitul Mal, Dinas Syariat Islam, lembaga pengelola zakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Tujuannya agar pendistribusian dana sosial keagamaan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dr Marwan.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, menilai kegiatan tersebut memiliki makna penting, dalam memperkuat budaya kepedulian sosial, khususnya pada bulan Ramadan yang sarat dengan nilai-nilai solidaritas kemanusiaan.
Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan tidak hanya dilihat dari besaran nilainya, tetapi lebih pada pesan moral yang ingin disampaikan, bahwa kepedulian terhadap sesama, merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkeadilan. “Bantuan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan kebutuhan yang ada, namun yang lebih penting adalah semangat berbagi dan kepedulian yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Melalui gerakan filantropi seperti ini, Kementerian Agama berharap potensi dana sosial keagamaan di masyarakat dapat terus dioptimalkan, sehingga mampu menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan sosial serta membantu kelompok masyarakat rentan, khususnya pada momentum Ramadan.(id82)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































