Ketua Apdesi Gandapura Klaim Kabupaten Sengaja Buat Drama agar Korban Banjir Berseteru dengan Keuchik

4 hours ago 1
Aceh

27 Februari 202627 Februari 2026

Ketua Apdesi Gandapura Klaim Kabupaten Sengaja Buat Drama agar Korban Banjir Berseteru dengan Keuchik Saat kegiatan Musrenbang di Kecamatan Gandapura, Selasa (24/2). Waspada.id/Fauzan

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BIREUEN (Waspada.id): Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Gandapura, Mauliadi, mengklaim Pemerintah Kabupaten Bireuen seolah-olah membuat “drama” dengan sengaja membuat masyarakat korban banjir berseteru dengan keuchik.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar keuchik tidak sempat menyoroti Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Musrenbang di Aula Kantor Camat Gandapura, Selasa (24/2). Mauliadi juga mengungkapkan adanya data korban banjir yang tidak dimasukkan dalam pendataan, dengan unggun tombak persoalan yang disorot warga adalah peran camat dan keuchik.

“Jadi masyarakat yang diserang keuchik, dipertanyakan kenapa data mereka tidak dimasukkan dalam pendataan. Di sini ada 25 desa yang terkena imbas banjir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi dari Kecamatan Gandapura hingga Samalanga, dan mengaku siap menerima klarifikasi jika ada yang tidak setuju dengan apa yang disampaikannya. Mauliadi juga mengapresiasi kehadiran seluruh Perwakilan DPRK Gandapura dalam kegiatan tersebut serta mengajak mereka untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat korban banjir.

Sementara itu, Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Golkar, Hidayatus Siddiq, menyampaikan bahwa bantuan Dana Tunai Harian (DTH) sebesar Rp600 ribu telah diberikan sebagai pengganti hunian sementara (huntara). Penerima bantuan diharapkan sudah menyewa rumah dan tidak tinggal di tenda pengungsian lagi.

“Kalau masih ada yang bertahan di pengungsian, itu menjadi tanggung jawab keuchik di desa masing-masing. Keputusan memilih DTH atau huntara merupakan hasil musyawarah di tingkat desa. Jadi, jangan menyalahkan Pemkab Bireuen jika masih ada korban bencana di tenda,” tegasnya.

Sementara Asisten II Setdakab Bireuen, Mawardi dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa data yang belum terdaftar akan didaftar kembali oleh pihak terkait yaitu BPBD. “Dalam waktu masa sanggahan akan dimasukkan kembali korban banjir bandang begitu juga dengan kerusakan rumah mereka,” jelasnya.

Kegiatan Musrenbang tersebut dihadiri oleh Asisten II Setdakab Bireuen Mawardi, Wakil Ketua I DPRK Bireuen Surya Dharma, serta sejumlah anggota DPRK dan pejabat daerah lainnya beserta Camat Gandapura Azmi.(id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |