Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel menyoroti maraknya tekstil impor yang menyerbu pasar RI. Mulai dari baju bekas impor sampai barang tekstil impor yang menerjang pasar dalam negeri.
Gobel mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait langkah penanganan atas baju bekas impor apakah dimusnahkan dengan dihancurkan atau justru hanya berpindah tangan? Hal itu disampaikan saat rapat bersama Komisi VI DPR dengan mitra, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
"Yang dimaksud peraturan sudah dimusnahkan seperti apa? Dibiarkan saja, dibakar, atau dihancurkan barang itu? Karena kalau hanya dimusnahkan dari gudang ke gudang, itu dimusnahkan. Tapi dipindahkan dari gudang ke gudang lain itu dijual. Bagaimana Bapak mengontrol kata-kata dimusnahkan itu sendiri?," kata Gobel.
"Dan, mohon maaf, mungkin saya kurang nonton TV, saya jarang melihat di TV berita bahwa itu dimusnahkan dibakar atau apa?" tukasnya.
Tak hanya itu, Gobel juga menyoroti langkah pemerintah mengantisipasi banjirnya tekstil impor yang menggerus pasar industri dalam negeri.
Gobel mengatakan, impor merupakan aktivitas perdagangan yang tak bisa dihindarkan. Hanya saja, lanjut dia, pemerintah harus tegas melihat dan mengawasi impor.
"Saya minta kalau impor, saya minta tolong impor tekstil dengan desain batik tenun ikat, songket, berkembang di Indonesia, banyak sekali. Tekstil-tekstil ini mematikan industri kita, perajin-perajin yang di desa-desa," ujarnya.
"Kita kan harus membangun ekonomi ini, ketahanan ekonomi ini dari desa. Nah salah satu produk unggulannya adalah tekstil tadi. Saya tidak melihat, mudah-mudahan kawan-kawan di sini tidak ada yang pakai tekstil dengan desain batik atau apa yang impor punya," cetusnya.
Dia pun meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi perhatian khusus terkait importasi tekstil tersebut.
"Karena tidak mungkin kalau harga batik, di Tanah Abang atau apa itu harganya cuma Rp100.000, pasti itu impor tekstil. Apakah ada perhatian dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengawasi perdagangan itu sendiri? Saya lihat sih tidak ada," kata Gobel.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































