Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kriteria pegawainya yang akan terkena mutasi ke daerah terpencil dalam waktu dekat, khususnya para pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Purbaya mengatakan, mutasi atau perombakan jajaran level pejabat pajak ini dengan cara mutasi serupa dengan yang telah dilakukan terhadap para pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada akhir Januari 2026.
"Jadi bea cukai sudah kita umumkan minggu lalu ya, kita ganti hampir 34 orang pejabat-pejabat bea cukai di tempat-tempat sentral yang dianggap ramai, yang selama ini saya anggap kalau diberi perintah orang-orangnya tidak mem-follow up dengan baik," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
"Jadi itu merupakan shock terapi ke teman-teman Bea Cukai yang baru, yang baik-baik, yang di posisi yang baru, yang dianggap gemuk tadi untuk meningkatkan kinerjanya dengan lebih baik lagi," tuturnya.
Ia menegaskan, para pejabat yang terkena mutasi itu merupakan yang selama ini tidak memiliki profesionalitas yang baik. Kinerjanya tak baik karena tak merespons arahannya untuk melakukan pembenahan internal.
Menurutnya, akan ada 45 pejabat pajak yang terkena mutasi pada pekan ini. Jumlah ini lebih sedikit dari yang ia sempat ungkap beberapa hari terakhir dengan jumlah mencapai 70 pejabat pajak.
"Hal yang sama juga akan kita lakukan ke pajak, minggu ini akan kita pindahkan 45 orang lebih dari tempat-tempat yang dianggap gemuk dan kita anggap masih melakukan diskusi dengan para wajib pajak tertentu, untuk dipindahkan ke tempat-tempat yang lebih sepi," ucap Purbaya.
Purbaya menekankan, kriteria pejabat pajak ataupun bea cukai yang tidak bekerja secara proposional itu akan langsung dipindah ke daerah-daerah terpencil.
"Jadi kita pindahkan ke tempat-tempat yang lebih sepi, dan yang bagus-bagus kita tempatkan di tempat yang baik supaya ada perbaikan di tempat kita, ini shock terapi kita pindahkan sebanyak ini belum pernah selama ini paling biasa 1,2, 3," kata Purbaya.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3














































