Purbaya Janji Tak Akan Kurangi Insentif Pajak: Sampai Ekonomi Kuat

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, tak akan mengurangi insentif pajak atau belanja perpajakan meskipun nilainya terus naik hingga sudah melampaui level Rp 500 triliun saat ini.

Sebagaimana diketahui, pada 2026 belanja perpajakan telah didesain pemerintah senilai Rp 563,6 triliun, kembali tumbuh dibanding posisi 2025 yang senilai Rp 530,3 triliun.

Menurut Purbaya, nilai belanja perpajakan itu sangat penting sebagai stimulus untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi yang terus ditargetkan tumbuh kencang oleh pemerintah.

"dari Rp 300 triliun, Rp 400 triliun, Rp 500 triliun, dari waktu-waktu naik terus memang untuk saat ini belom akan kita kurangi, kita biarkan seperti sekarang sampai ekonominya betul-betul kuat pertumbuhannya," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Purbaya menganggap, stimulus perpajakan ini sangat penting karena terbukti mampu memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia, dari yang jatuh hingga Agustus 2025 menjadi tumbuh cepat pada akhir 2026.

"Yang jelas kita lihat adalah efektif belanja perpajakan tadi ditambah dengan stimulus-stimulus yang lain, ditambah dengan tambahan injeksi likuiditas ke sistem perekonomian sudah bisa membalik arah perekonomian kita," paparnya.

Ia pun menekankan, kondisi tekanan ekonomi pada 2025 sudah seperti krisis karena sampai membuat masyarakat melakukan unjuk rasa besar-besaran pada Agustus. Tanpa stimulus itu, ia menilai ekonomi sulit pulih seperti saat ini.

"Keadaan waktu krisis dengan keadaan yang sekarang jadi saya tekankan lagi memang betul pada waktu itu kita susah sekali, kalau gak kita perbaiki maka kita bisa mengalami tekanan ekonomi yang lebih parah," ujar Purbaya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |