Mahasiswa Universitas Samudra Revitalisasi Tambak Pascabanjir Di Aceh Tamiang

7 hours ago 5
AcehPendidikan

Mahasiswa Universitas Samudra Revitalisasi Tambak Pascabanjir Di Aceh Tamiang Program Kreativitas Mahasiswa Berdampak Universitas Samudra tahun 2026 merevitalisasi tambak berbasis teknologi aerator tenaga surya, di Desa Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

LANGSA (Waspada.id): Tim mahasiswa Universitas Samudra berhasil merevitalisasi tambak masyarakat berbasis teknologi aerator tenaga surya, di Desa Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Tim Pelaksana Dr. Lely Masthura, M.Eng, Minggu (01/03/2026) menyampaikan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi erat antara mahasiswa lintas disiplin, kelompok mitra, dan Pemerintah Desa Alue Sentang.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk pemulihan jangka pendek, tetapi untuk memperkuat fondasi ekonomi baru yang berkelanjutan di wilayah pesisir,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan upaya pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan hasil menggembirakan yang dilaksanakan selama 21 hari, sejak 2 hingga 22 Februari 2026.

Program bertajuk Revitalisasi Tambak Masyarakat Pascabanjir Bandang Berbasis Teknologi Aerator Tenaga Surya untuk Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh Tamiang”l ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Dr. Lely Masthura juga menyampaikan, banjir bandang sebelumnya menyebabkan kerusakan pada tanggul, saluran air, serta sistem sirkulasi tambak milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Pemuda Mandiri.

Akibatnya, sebagian tambak tidak dapat difungsikan secara optimal dan kapasitas produksi menurun drastis. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor budidaya perikanan.

Melalui pendekatan partisipatif, lanjutnya, tim mahasiswa bersama dosen pendamping dan pemerintah desa melakukan pembersihan sedimen ditambak, perbaikan ringan tanggul dan saluran air, serta instalasi kincir aerator terapung berbasis tenaga surya.

“Teknologi ini memanfaatkan panel surya untuk menggerakkan motor aerator yang meningkatkan kadar oksigen terlarut dan sirkulasi air tambak. Penerapan teknologi tersebut terbukti efektif memperbaiki kualitas air dan menstabilkan lingkungan budidaya,” jelas Dr. Lely Masthura.

Jadi dengan sistem aerasi yang lebih optimal, diharapkan kapasitas tebar benur yang sebelumnya terbatas dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa perlu perluasan lahan.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan energi surya juga menekan biaya operasional dan mendukung transisi energi bersih di sektor perikanan tambak. Tidak hanya berfokus pada aspek produksi, program ini juga memperkuat hilirisasi hasil tambak.

Selain itu, kelompok ibu-ibu PKK Desa Alue Sentang mendapatkan pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah seperti bakso dan nugget ikan. Kegiatan ini disertai pendampingan manajemen usaha sederhana, pencatatan biaya dan hasil produksi, serta pengemasan produk, ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, dua luaran utama berhasil diwujudkan, yakni terpasangnya alat teknologi tepat guna berupa kincir aerator tenaga surya pada tambak mitra serta terbentuknya produk olahan pangan berbasis hasil tambak sebagai sumber pendapatan alternatif keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa setempat mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret berbasis teknologi ramah lingkungan. Revitalisasi tambak dinilai menjadi langkah strategis dalam mengurangi kerentanan ekonomi masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.

“Semoga dengan selesainya program ini, masyarakat Desa Alue Sentang kini memiliki sistem produksi tambak yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Sinergi antara inovasi teknologi, pemberdayaan perempuan, dan penguatan kelembagaan kelompok menjadi fondasi baru bagi kebangkitan ekonomi pesisir Aceh Tamiang pascabencana,” tandas Dr. Lely Masthura. (id75)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |