Mina Shafira Tawarkan Model Pemulihan Anak Pascabencana

7 hours ago 6
AcehPendidikan

16 April 202616 April 2026

Mina Shafira Tawarkan Model Pemulihan Anak Pascabencana Mina Shafira saat presentasi. Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) Universitas Syiah Kuala (USK), Mina Shafira, menawarkan model inovatif pemulihan anak pascabencana di forum internasional World Class University Student Exchange Program 2026.

Gagasan tersebut mendapat perhatian luas karena menghadirkan pendekatan baru yang menempatkan anak sebagai aktor utama dalam proses pemulihan, bukan sekadar penerima bantuan.

Kegiatan berlangsung di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand, pada 5–10 April 2026, dan menjadi ruang strategis pertukaran pengetahuan lintas negara dalam memperkuat ketahanan bencana dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam presentasinya, Mina mengangkat pendekatan Child-Led Community Recovery yang diimplementasikan oleh organisasi Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A). Model ini mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam proses pemulihan pascabencana, baik secara fisik maupun sosial.

“Selama ini, anak-anak sering diposisikan sebagai penyintas pasif. Padahal, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi,” ujar Mina di hadapan peserta forum.

Ia juga membagikan pengalaman lapangan saat terlibat dalam respons bencana Cyclone Senyar di Pidie Jaya pada November 2025. Dalam kondisi keterbatasan air bersih dan sanitasi, tim GEN-A menginisiasi model partisipatif yang melibatkan anak-anak dalam berbagai aktivitas pemulihan lingkungan.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah sistem “Jagoan Anak”, yakni pembagian peran tematik yang mendorong anak-anak menjadi agen perubahan di komunitasnya. Peran tersebut meliputi Jagoan Air yang fokus pada edukasi dan perlindungan sumber air, Jagoan Angin dalam menjaga kualitas udara, Jagoan Tanah dalam pengelolaan sampah dan penghijauan, serta Jagoan Neon yang berperan dalam aspek keamanan dan penerangan lingkungan.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus memperkuat kapasitas psikososial anak pascabencana. Selain berdampak pada perbaikan kondisi lingkungan, model tersebut juga membantu anak-anak membangun kepercayaan diri dan ketahanan mental setelah mengalami trauma.

Partisipasi Mina dalam forum ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan praktik baik penanggulangan bencana dari Aceh ke tingkat global. Hal ini menegaskan bahwa upaya membangun ketahanan bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas manusia sejak usia dini.

“Anak-anak bukan hanya penyintas, mereka adalah agen perubahan. Memberdayakan anak hari ini berarti membangun komunitas yang lebih tangguh di masa depan,” tegas Mina.

Kehadiran delegasi MIK USK di forum internasional tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi riset lintas negara, sekaligus memperkuat posisi USK sebagai salah satu pusat unggulan dalam kajian kebencanaan di tingkat global. (id64)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |