Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Freeport McMoRan (FCX) akan mengalami penurunan pada tahun 2042 atau pasca perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal ini imbas pelepasan saham 12% ke pemerintah Indonesia.
Pada hari ini, pemerintah Indonesia dan Freeport McMoRan (FCX) melakukan Nota Kesepahaman (MoU) berkaitan dengan perpanjangan IUPK PT Freeport Indonesia (PTFI) di tambang Grasberg, Papua.
Penandatangan MoU disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.
Terkait dengan MoU perpanjangan IUPK, salah satu poin dan syarat yang menjadi penekanan adalah pelepasan 12% saham. Jika itu terlaksana, maka saham FCX di Freeport Indonesia akan mengalami penurunan.
"FCX akan mentransfer 12% saham PTFI kepada pihak pemerintah pada 2041 tanpa biaya. Namun dengan syarat pihak yang mengakuisisi akan mengganti biaya pro rata FCX yang dikeluarkan menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah tahun 2041. FCX akan mempertahankan kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76% hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37% mulai tahun 2042," tulis salah satu poin dalam laporan FCX, Kamis (19/2/2026).
Ketua Dewan Direksi FCX Richard C. Adkerson dan Presiden sekaligus CEO FCX Kathleen Quirk menyatakan apresiasinya atas kemitraan jangka panjang dengan Pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua.
"Operasi Grasberg telah memberikan manfaat substansial kepada semua pemangku kepentingan selama enam dekade sejarahnya, dan perpanjangan ini akan memberikan peluang untuk terus membangun nilai substansial bagi semua pemangku kepentingan di salah satu deposit tembaga dan emas paling signifikan di dunia," kata mereka dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
Berikut daftar lengkap ketentuan MoU yang disepakati bersama Pemerintah Indonesia dengan Freeport McMoRan:
1. IUPK PTFI akan diubah guna memberikan perpanjangan masa pakai hak operasi.
2. PTFI akan meningkatkan dukungan bagi masyarakat Papua, termasuk dukungan pendanaan untuk pembangunan rumah sakit baru dan dua fasilitas pendidikan kedokteran.
3. PTFI akan meningkatkan pengeluaran eksplorasi dan mempercepat studi untuk mengidentifikasi serta mengembangkan sumber daya jangka panjang dan peluang ekspansi.
4. PTFI akan terus memprioritaskan hilirisasi domestik melalui penjualan lokal tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk lainnya. Selain itu, perusahaan juga akan diposisikan untuk memperluas pemasaran tembaga olahannya ke Amerika Serikat sesuai ketentuan pasar, apabila AS membutuhkan tambahan pasokan tembaga.
5. FCX akan mentransfer 12% saham PTFI kepada pihak pemerintah pada 2041 tanpa biaya. Namun dengan syarat pihak yang mengakuisisi akan mengganti biaya pro rata FCX yang dikeluarkan menggunakan nilai buku untuk investasi yang menguntungkan periode setelah tahun 2041. FCX akan mempertahankan kepemilikan sahamnya saat ini di PTFI sebesar 48,76% hingga tahun 2041 dan memegang sekitar 37% mulai tahun 2042.
6. Struktur tata kelola dan operasional yang ada, termasuk ketentuan perjanjian pemegang saham dan IUPK yang berlaku, akan tetap berlanjut sepanjang umur sumber daya tambang.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 hour ago
2















































