Musibah Tanah Bergerak Rusak Rumah, Lantai Terbelah-Tembok Pecah

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana pergerakan tanah kembali melanda wilayah Indonesia. Setelah melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada 6 Februari 2026 lalu, kini melanda wilayah di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, fenomena gerakan tanah terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (16/2), pukul 03.00 WIB.

"Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah dan kerusakan rumah warga di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya," tulis BNPB dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Disebutkan, setidaknya 5 kepala keluarga (KK) terdampak akibat musibah ini. Dan, ada sekitar 47 KK yang ikut terancam.

"Kerugian materiil tercatat sekitar 47 rumah terancam, 2 unit rumah rusak berat dan 3 unit rumah rusak ringan," ungkap BNPB.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan peninjauan dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Hingga Rabu (18/2), kejadian masih dalam tahap pendataan dan penanganan," jelas BNPB.

Bencana Longsor Tutup Jalan

Tak hanya pergerakan tanah, hujan lebat juga memicu bencana lain di wilayah Kampung Gunungjantea, RT 06/02, Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya, pada Jumat malam, 13 Februari 2026 sekitar pukul 19.10 WIB.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya dalam unggahan di akun Instagram resminya mengungkapkan, bencana tanah longsor terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini diperburuk kondisi tanah yang labil.

"Tebing dengan ketinggian kurang lebih 10 meter mengalami longsor dan menutup total akses jalan Kabupaten Penghuhung yang menghubungkan Desa Sirnajaya dengan Desa Citalahab," tulis BPBD Tasikmalaya.

"BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengimbau masyarakat sekitar serta para pengguna jalan agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi karena potensi kejadian serupa masih dapat terjadi," tambah BPBD Tasikmalaya dalam unggahan lain di akun tersebut.

Dalam unggahan itu, pembersihan jalan dari material akibat longsor sedang dilakukan. Disebutkan, akses jalan Sirnajaya-Citalahab sudah kembali normal.

Lantas, apa perbedaan tanah longsor dengan pergerakan tanah?

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menegaskan, fenomena tanah bergerak berbeda dengan bencana tanah longsor.

"Masyarakat sering menyebut semua gerakan tanah sebagai longsor. Padahal tidak selalu begitu," katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (19/2/2026).

"Longsor itu bagaimana? Terjadi tiba-tiba, bergerak cepat. Biasanya langsung menimbulkan kerusakan besar. Gerakan tanah itu seperti apa? Tanah pelan-pelan bergeser. Terjadi berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun," jelas Lana.

Lana menjabarkan tanda-tanda terjadinya pergerakan tanah adalah dinding rumah retak, lantai turun atau miring, pintu dan jendela macet, serta pohon atau tiang tampak miring.

Dampak yang diakibatkan bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Tasikmalaya)Foto: Dampak yang diakibatkan bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Tasikmalaya)
Dampak yang diakibatkan bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Tasikmalaya)

(dce/dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |