Jakarta, CNBC Indonesia - Tata Electronics mengungkapkan telah mendeteksi insiden keamanan siber yang menyerang sebagian sistem perusahaan.
Pengakuan tersebut muncul setelah peneliti keamanan siber menemukan kelompok ransomware World Leaks mempublikasikan dokumen yang diduga berisi desain komponen dan spesifikasi milik Apple serta Tesla, yang merupakan pelanggan Tata Electronics.
Saat ini Tata menyumbang sekitar sepertiga produksi iPhone di India, sedangkan sisanya diproduksi oleh Foxconn. Peneliti keamanan yang berbicara kepada Reuters menyebut World Leaks telah mengunggah lebih dari 200.000 file ke dark web.
Tata Electronics mengatakan insiden tersebut telah teridentifikasi beberapa pekan lalu dan perusahaan langsung mengaktifkan protokol penanganan.
"Beberapa minggu lalu, Tata Electronics mengidentifikasi insiden keamanan siber pada sebagian sistem kami. Protokol respons kami segera diterapkan, dan insiden tersebut tidak berdampak pada operasi bisnis kami yang tetap berjalan normal," kata Tata Electronics, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (23/6/2026).
Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan Apple saat ini sedang menyelidiki kebocoran data tersebut dan analisis menyeluruh masih berlangsung. Sumber itu juga menyebut Tata menerima tuntutan tebusan terkait insiden tersebut.
Di antara data yang bocor terdapat dokumen setebal 52 halaman yang diduga memuat standar inspeksi kualitas komponen papan sirkuit iPhone milik Apple. Selain itu, ditemukan pula 33 file dan folder terkait kata kunci "Hosur", lokasi pabrik utama perakitan iPhone milik Tata di negara bagian Tamil Nadu.
Sumber industri lain yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Tata telah memberi tahu sebagian karyawan di fasilitas perakitan iPhone mengenai kebocoran data itu pada pekan lalu.
Apple belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, Tata Electronics menolak berkomentar terkait adanya tuntutan tebusan tersebut.
Insiden ini menjadi tantangan terbaru bagi rantai pasok Apple di India. Sebelumnya, Reuters melaporkan Tata juga menghadapi sorotan terkait dugaan pencemaran lahan pertanian di sekitar salah satu pabrik komponen iPhone miliknya.
Tata kini berkembang menjadi salah satu mitra manufaktur Apple yang paling penting di luar China. Ekspansi tersebut menjadi bagian penting dari ambisi Perdana Menteri India Narendra Modi untuk menjadikan India sebagai pusat manufaktur elektronik global.
Ini bukan pertama kalinya Tata menjadi korban serangan siber. Tahun lalu, grup Jaguar Land Rover milik Tata di Inggris juga mengalami serangan siber yang menyebabkan penghentian produksi selama enam minggu.
Sementara itu, Tim Tanggap Darurat Komputer India atau Indian Computer Emergency Response Team (CERT-In) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
Selain memasok komponen untuk Apple, sumber industri menyebut Tata juga memproduksi sejumlah komponen untuk Tesla.
Salah satu folder dalam basis data World Leaks diberi label "NV36 Chargeport Controller - North America", yang diduga merujuk pada komponen yang digunakan pada versi terbaru SUV Tesla Model Y.
Dokumen lain yang diduga berasal dari Tesla pada 2023 dan berlabel "TRADE SECRET" memperlihatkan sejumlah gambar teknis untuk proyek Highland, nama kode internal yang telah diketahui publik untuk versi penyegaran sedan Model 3.
Tesla juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
(dem/dem)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































