Penanganan Bencana Tapteng Dikritik, Warga Soroti Hunian di Kaki Gunung dan Bendungan yang Mudah Hanyut

5 hours ago 11
Sumut

Penanganan Bencana Tapteng Dikritik, Warga Soroti Hunian di Kaki Gunung dan Bendungan yang Mudah Hanyut

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

TAPANULI TENGAH (Waspada.id): Penanganan dampak bencana oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah kembali menuai kritik dari masyarakat. Sejumlah warga menilai berbagai kebijakan yang diambil pemerintah daerah hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal dan justru menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.

Sorotan utama tertuju pada pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, yang berada di kawasan kaki Gunung Hutanabolon. Lokasi tersebut dinilai berpotensi rawan longsor apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Maslan Panggabean, salah seorang warga yang menyampaikan aspirasi masyarakat, mengatakan pemerintah daerah seharusnya melakukan kajian yang matang sebelum menentukan lokasi hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

“Jika hunian dibangun di kawasan kaki gunung yang berpotensi longsor, maka masyarakat yang tinggal di sana berada dalam risiko besar. Pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan keselamatan warga sebelum mengambil keputusan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (8/3/2026).

Selain persoalan hunian sementara, warga juga menyoroti pembangunan bendungan air di jalur aliran air di kawasan Hutanabolon yang sebelumnya dikerjakan menggunakan alat berat. Bendungan tersebut disebut hanya menggunakan material pasir sehingga dinilai tidak memiliki kekuatan yang memadai.

Akibatnya, ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut, bendungan yang telah dibangun dengan waktu dan anggaran tersebut kembali hanyut terbawa arus air.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait perencanaan serta kualitas pekerjaan yang dilakukan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana.

Menurut Maslan, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menunjukkan kinerja nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga, bukan sekadar kegiatan yang bersifat seremonial.

“Selama ini masyarakat melihat pemerintah daerah lebih sering hadir dalam kegiatan seremonial, sementara persoalan utama yang dihadapi masyarakat belum tertangani secara maksimal,” tegasnya.

Ia menilai kepemimpinan daerah seharusnya lebih fokus pada kerja nyata dan solusi konkret bagi masyarakat, terutama dalam situasi bencana yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Maslan juga mendesak Bupati Tapanuli Tengah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kebijakan penanganan bencana yang telah dilakukan selama ini.

Menurutnya, pemerintah daerah harus bersikap transparan kepada masyarakat terkait perencanaan teknis, penggunaan anggaran, serta dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan hunian maupun infrastruktur penanganan bencana.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah harus menunjukkan kerja nyata, bukan hanya kegiatan yang bersifat simbolis,” ujarnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera melakukan pembenahan dan memperbaiki langkah penanganan bencana agar kebijakan yang diambil benar-benar memberikan solusi nyata bagi masyarakat serta mampu memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak. (Tnk)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |