Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakuka. proyek percontohan (showcase) jaringan gas rumah tangga dengan skema Compressed Natural Gas (CNG) clustering di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyebutkan bahwa inovasi CNG clustering menjadi solusi distribusi energi tanpa harus menunggu selesainya jaringan pipa transmisi utama di suatu wilayah.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga," jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (22/6/2026).
Selain menyasar rumah tangga, pemanfaatan gas bumi ini juga memberikan dampak efisiensi bagi pelaku usaha lokal di Yogyakarta, termasuk sektor UMKM dan restoran. Salah satu pelanggan komersial, Rumah Makan Payakumbuah, melaporkan penghematan biaya energi hingga 33% sejak beralih menggunakan gas bumi PGN dengan volume pemakaian mencapai 2.300 m3.
"PGN berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat gas bumi dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Hingga saat ini, Subholding Gas Pertamina tersebut telah membangun lebih dari 4.500 SR di Sleman dengan dukungan jaringan pipa distribusi sepanjang 141 kilometer (km). PGN mencatat rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan di wilayah tersebut telah menyentuh angka 84 ribu meter kubik (m3) per bulan, atau setara dengan substitusi penggunaan 64 metrik ton LPG.
PGN turut mensinergikan infrastruktur milik anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia. Saat ini, perseroan melalui Gagas telah mengoperasikan 14 SPBG serta 4 unit pengisian mobile refueling unit (MRU) untuk menjangkau konsumen di sektor transportasi, komersial, hingga industri.
Di samping itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengapresiasi kesiapan PGN dalam menyediakan energi transisi yang lebih bersih untuk masyarakat di Kabupaten Sleman. Pemerintah melalui RPJMN 2026-2029 telah menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah (SR) per tahun untuk memperkuat ketahanan energi di berbagai daerah.
"Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi Ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi Pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG Subsidi dan mengurangi beban subsidi dan impor LPG," ujar Yuliot dalam peninjauan lapangan di Sleman, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (22/6/2026).
(pgr/pgr)
Addsource on Google

13 hours ago
1
















































