Potret Petani Lawan Krisis Air, Beralih Budidayakan Kaktus

9 hours ago 3

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air.

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Produksi buah tersebut terus meningkat karena mampu bertahan di tengah cuaca panas dan membutuhkan air yang relatif sedikit. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Kondisi itu membuat petani mulai beralih membudidayakan prickly pear yang merupakan jenis kaktus sebagai bentuk adaptasi terhadap kekeringan dan perubahan iklim. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Selain populer sebagai buah musiman di Mesir, prickly pear juga dikenal kaya serat, vitamin, dan mineral. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Selain populer sebagai buah musiman di Mesir,  prickly pear juga dikenal kaya serat, vitamin, dan mineral. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Buah kaktus semakin banyak dibudidayakan di Mesir. Tanaman ini dipilih karena tahan panas dan membutuhkan sedikit air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Tanaman ini juga dinilai berpotensi menjadi komoditas penting bagi sektor peertanian di wilayah yang rentan mengalami krisis air. (REUTERS/Mohamed Abdel Ghany)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |