Punya Uang Rp 1 Juta, Anak Buah Purbaya Sarankan Investasi di Sini!

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Herman Saherudin mengajak generasi muda untuk mulai berinvestasi sedini mungkin. Menurutnya, waktu terbaik untuk mulai menabung dan berinvestasi adalah sekarang, segera setelah memiliki pendapatan.

Herman mengatakan prinsip utama dalam mengelola keuangan adalah menyisihkan uang terlebih dahulu, bukan menunggu ada sisa di akhir bulan.

"Kalau nabung pertama apa? Sisihkan, jangan sisakan. Jadi kapan waktu yang tepat untuk investasi menabung? Ya sekarang," kata Herman dalam Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (6/9/2026).

Ia menjelaskan, pendapatan yang diterima, baik dari orang tua maupun hasil usaha sendiri, sebaiknya langsung dialokasikan sebagian untuk tabungan dan investasi.

"Kalau misalnya teman-teman punya pendapatan apakah mungkin masih dapat dari orang tua atau dari usaha sendiri, ya itu segera sisihkan. Minimal punya tabungan," ujarnya.

Menurut Herman, tabungan tetap menjadi instrumen dasar yang harus dimiliki setiap orang. Namun, ia mengingatkan agar dana tidak disimpan di rumah.

"Kalau nabung jangan di bawah bantal, taruhnya di bank," katanya.

Punya Rp 1 Juta? Bisa Beli SBN

Selain tabungan, Herman menilai masyarakat kini memiliki banyak pilihan instrumen investasi, mulai dari emas, saham hingga aset kripto. Namun, bagi investor pemula yang menginginkan instrumen relatif aman, ia merekomendasikan Surat Berharga Negara (SBN).

Menurutnya, SBN memiliki keunggulan karena diterbitkan langsung oleh pemerintah dan dapat dibeli dengan nominal yang relatif terjangkau.

"Yang sifatnya seperti emas yaitu aman banget gitu ya dan bisa teman-teman beli dalam nominasi yang minimal satu juta ya investasinya itu adalah Obligasi Republik Indonesia atau Surat Berharga Negara (SBN)," ujar Herman.

Ia menjelaskan, berbeda dengan obligasi korporasi yang umumnya membutuhkan dana besar, SBN ritel dapat diakses masyarakat dengan modal mulai Rp1 juta.

"Nah, teman-teman bisa beli SBN. Kalau obligasi yang diterbitkan oleh korporasi kan gede ya kita enggak bisa beli. Nah, kalau obligasi yang diterbitkan oleh negara itu teman-teman bisa beli," katanya.

Herman menyebut imbal hasil SBN saat ini berada di kisaran 7% per tahun. Produk yang tersedia juga beragam, baik konvensional maupun berbasis syariah.

"Investasi sekarang kurang lebih bunganya sekitar tujuh persen. Yang syariah ada, yang konvensional ada," ujarnya.

Bisa Dibeli Lewat Mobile Banking

Herman mengatakan akses pembelian SBN kini semakin mudah karena dapat dilakukan melalui platform digital, termasuk aplikasi mobile banking yang telah bekerja sama sebagai mitra distribusi.

"Belinya dari mana? Teman-teman punya mobile banking? Di mobile banking bisa di situ dibeli ORI atau SBN ya teman-teman," katanya.

Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menunda investasi. Menurutnya, kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan sejak dini menjadi bentuk persiapan menghadapi kebutuhan masa depan.

"Jadi kapan waktu yang tepat investasi? Ya sekarang gitu kalau kita sudah punya pendapatan yang positif langsung sisihkan minimal untuk tabungan. Karena kita enggak akan pernah tahu besok seperti apa," ujarnya.

Selain menabung dan berinvestasi, Herman juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama.

"Jadi kalau kita sekarang punya rezeki sebagai bagian dari kata tadi yang saya bilang bersyukur adalah menyisihkan sebagian dari pendapatan kita untuk masa depan dan jangan lupa sedekah," pungkasnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |