Ramadan Berbagi dari SMAN 1 Abdya, Menanam Empati, Menguatkan Pendidikan Karakter

5 hours ago 3
Aceh

Ramadan Berbagi dari SMAN 1 Abdya, Menanam Empati, Menguatkan Pendidikan Karakter Kepala SMAN 1 Abdya Herni Arfida, ST, M.Pd, menyerahkan bantuan sembako kepada siswa yatim dan piatu, dalam kegiatan Santunan Jumat Berkah, bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah tersebut. Foto direkam Jumat (6/3). Waspada.id/Syafrizal

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Di tengah wacana nasional tentang pentingnya penguatan pendidikan karakter, sebuah langkah inspiratif datang dari daerah. SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya (Abdya),  menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya ruang transfer ilmu, melainkan juga tempat menumbuhkan nilai kemanusiaan.

Melalui program Santunan Jumat Berkah yang digelar Jumat (6/3), keluarga besar SMAN 1 Abdya menyalurkan 73 paket sembako, kepada siswa yang berstatus yatim, piatu dan yatim piatu. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, satu papan telur, gula pasir 1 kilogram, serta satu botol sirup, dengan nilai sekitar Rp205 ribu per paket.

Program ini dibiayai dari sumbangan Jumat Berkah para siswa, serta kontribusi dewan guru dan tenaga kependidikan. Lebih dari sekadar bantuan sosial, kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pendidikan nilai yang hidup di lingkungan sekolah.

Di bulan Ramadan, ketika atmosfer spiritual masyarakat menguat, sekolah memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas makna pendidikan. Bukan hanya prestasi akademik yang ditumbuhkan, tetapi juga kesadaran sosial dan empati antarsesama.

Kepala SMAN 1 Abdya Herni Arfida, ST, M.Pd menegaskan, pendidikan modern tidak cukup hanya melahirkan generasi yang unggul secara intelektual. “Sekolah memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang utuh. Ilmu pengetahuan penting, tetapi empati, kepedulian dan rasa syukur juga harus ditanamkan sejak dini. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa pendidikan sejati tidak hanya tentang nilai rapor, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman berbagi secara langsung memiliki dampak pendidikan yang sangat kuat. Ketika siswa terlibat dalam kegiatan sosial, mereka belajar memahami realitas kehidupan, sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap sesama. “Empati tidak lahir dari teori, tetapi dari pengalaman. Itulah sebabnya sekolah harus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran sosial seperti ini,” tambahnya.

Selain penyaluran paket sembako, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan shalat dhuha berjamaah, pembacaan Surah Yasin, serta program Smansa Seumeugleh, yang menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran Ramadan di SMAN 1 Abdya tahun ini.

Langkah yang dilakukan sekolah tersebut menunjukkan bahwa, penguatan pendidikan karakter tidak selalu membutuhkan program besar yang rumit. Kadang ia hadir melalui tindakan sederhana, dengan berbagi, peduli dan saling menguatkan.

Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, pendekatan semacam ini menjadi penting. Pendidikan nasional tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki kepekaan sosial, kedalaman spiritual dan tanggung jawab moral.

Apa yang dilakukan SMAN 1 Abdya ini,  menjadi pengingat bahwa sekolah dapat menjadi pusat penggerak nilai-nilai kemanusiaan. Dari ruang kelas hingga kegiatan sosial, pendidikan menemukan makna terbesarnya, yakni membentuk manusia yang berilmu sekaligus berhati.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |