Reformasi Presiden Bikin Investor Gembira, tapi Rakyat Masih Menjerit

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Reformasi ekonomi yang dijalankan Presiden Nigeria Bola Tinubu mulai membuahkan hasil di pasar keuangan, namun jutaan warga masih bergulat dengan lonjakan biaya hidup yang semakin menekan daya beli masyarakat.

Kondisi tersebut tercermin dari pengalaman Grace Adama, pekerja lembaga swadaya masyarakat (LSM) kesehatan di Abuja. Meski menerima gaji bulanan sebesar 135.000 naira atau sekitar US$99 (Rp1,7 juta), hampir dua kali lipat dari upah minimum nasional, ia mengaku penghasilannya kini tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jika saya menerima gaji hari ini, gaji saya hanya bertahan selama satu minggu," kata Adama kepada Reuters, dilansir Selasa (11/8/2026). "Kalau melihat biaya hidup, biaya rumah, listrik, semuanya naik."

Tiga tahun terakhir, pemerintah Tinubu menjalankan serangkaian reformasi besar, termasuk penghapusan subsidi bahan bakar, devaluasi mata uang naira, serta pemangkasan subsidi listrik. Pemerintah dan investor menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk menyelamatkan Nigeria dari risiko krisis fiskal.

Namun dampak reformasi itu dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut indeks SBM Intelligence yang memantau harga bahan baku makanan, biaya membuat jollof rice, salah satu makanan pokok paling populer di Nigeria-kini lebih dari dua kali lipat dibanding saat Tinubu mulai menjabat.

Harga bensin juga melonjak enam kali lipat setelah subsidi dihapus, diperparah pelemahan nilai tukar naira dan kenaikan harga minyak global.

Bank Dunia memperkirakan lebih dari separuh penduduk Nigeria hidup dalam kemiskinan tahun lalu, meningkat dari sekitar 42% pada 2022.

Di tengah tekanan tersebut, investor justru menunjukkan optimisme tinggi terhadap ekonomi Nigeria.

"Ini mungkin periode paling positif bagi investor terhadap Nigeria dalam dua dekade terakhir," kata Manajer Portofolio Ninety One, Thys Louw. "Mereka sedang menelan obat yang pahit sekarang."

Pemerintah Tinubu menilai reformasi mulai menghasilkan perbaikan. Bursa saham Nigeria telah melonjak hampir 60% sepanjang tahun ini. Selain itu, arus modal masuk mencapai US$23 miliar tahun lalu, tertinggi dalam enam tahun terakhir, menurut Biro Statistik Nasional.

Menteri Keuangan Nigeria Taiwo Oyedele mengatakan reformasi diperlukan setelah bertahun-tahun kebijakan ekonomi yang dianggap tidak berkelanjutan.

"Kami hidup dalam ilusi fiskal," kata Oyedele dalam sebuah acara di Abuja. "Kami harus berhenti menipu diri sendiri agar negara ini bisa maju."

Meski demikian, manfaat perbaikan ekonomi belum dirasakan secara merata. Kurang dari 5% warga dewasa Nigeria berinvestasi di pasar modal, sementara pelaku usaha dan masyarakat masih kesulitan memperoleh kredit karena suku bunga acuan bank sentral bertahan di level 26,5%.

Harga bensin secara nasional kini rata-rata mencapai sekitar 1.600 naira per liter. Bagi banyak warga, angka tersebut tetap terlalu tinggi setelah bertahun-tahun menikmati bahan bakar murah melalui subsidi pemerintah.

"Solusi bagi saya adalah pemerintah harus menurunkan harga bahan bakar," kata penjual makanan di Lagos, Eji Uchenna.

Menurutnya, pelanggan kini tidak lagi mampu membeli makanan dalam jumlah besar seperti sebelumnya.

Tekanan ekonomi yang berkepanjangan mulai memicu ketidakpuasan publik. Pada Juni lalu, pekerja federal menolak usulan upah minimum sebesar 100.000 naira dan mengancam melakukan mogok nasional tanpa batas waktu.

Survei sentimen pemilih SBM Intelligence pada Juni juga menunjukkan sekitar 80% warga Nigeria menilai negara mereka bergerak ke arah yang salah. Selain ekonomi, persoalan keamanan, termasuk maraknya penculikan, masih menjadi perhatian utama masyarakat.

Meski demikian, Kepala Eksekutif SBM Intelligence Cheta Nwanze menilai ketidakpuasan publik belum tentu cukup untuk menjatuhkan Tinubu dalam pemilu mendatang karena oposisi masih terpecah.

"Opposisi tidak bersatu, dan satu-satunya cara oposisi mengalahkan Tinubu adalah jika mereka bersatu," kata Nwanze.

Sementara itu, Louw menilai manfaat reformasi pada akhirnya bisa dirasakan masyarakat apabila inflasi terus turun dan suku bunga dapat diturunkan. Pemerintah juga mengakui masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar hasil reformasi dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Kami harus memastikan kemakmuran bagi seluruh rakyat Nigeria," kata Oyedele.

Ia memperingatkan bahwa ketimpangan yang terus melebar dapat menjadi ancaman serius bagi stabilitas negara.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |