Regulator Pasar Modal dan Pemerintah Bentuk Satgas Reformasi, Bahas Ini

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk satuan tugas (satgas) reformasi integritas di pasar modal yang melibatkan kementerian dan lembaga. Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengawas aset kripto yang saat ini juga merangkap sebagai pengawas pasar modal, Hasan Fawzi menyampaikan, pembentukan satgas tersebut berdasarkan hasil pertemuan koordinasi dan diskusi antara OJK, SRO, dan pemerintah.

Menurutnya, pembentukan satgas tersebut merupakan komitmen dalam memperkuat percepatan reformasi integritas pasar modal. OJK juga telah melakukan serangkaian pertemuan khususnya dengan Kemenko Perekonomian yang juga dihadiri oleh Kementerian Keuangan, OJK, dan SRO.

"Salah satu pertemuan akhir yang bisa saya sampaikan terjadi di hari Jumat kemarin di tanggal 6 Februari 2026 beberapa hal yang kami sepakati sebagai hasil pertemuan pertama kami akan merumuskan dan menyegerakan membentuk Satgas Reformasi Integritas di Pasar Modal," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (9/2/2026).

Hasan menjabarkan, selain dari OJK dan regulator pasar modal, anggota Satgas tersebut melibatkan pemerintah seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Kemenkum. Namun, tidak menutup kemungkinan melibatkan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Ia menyebut, pada tingkat pelaksanaan koordinasi, kepemimpinan Satgas ini akan dilakukan oleh OJK. Namun, terkait struktur, mandat, lingkup dan ekspektasi output belum dapat dirinci secara jelas.

Hasan melanjutkan lebih jauh, hasil pertemuan dengan pemerintah juga untuk menyusun rencana aksi terintegrasi yang lebih rinci, dimana seluruh rencana aksi reformasi nanti dapat sesuai dengan target dan waktu yang terukur.

"Tentu ada porsi masing-masing baik dukungan dan porsi yang harus dilakukan di sisi pemerintah, kemudian tentu di OJK, di SRO dan nantinya tentu ada juga bagian yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha di industri pasar modal dan stakeholders terkait lainnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, pada pertemuan dengan pemerintah tersebut juga sepakat untuk mendorong peran para investor domestik. Optimalisasi peran investor domestik ini dilakukan baik investor individu, retail, maupun terutama investor institusi domestik seperti dari kalangan perusahaan perasuransian dana pensiun, manager investasi, dan investor institusi lainnya.

Menurutnya, peningkatan investor domestik merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar di pasar modal.

"Tentu ini juga kami akan segerakan ruang-ruang untuk melipatkan peran lebih besar dan lebih aktif dari para investor domestik yang kita kaitkan dalam upaya peningkatan daya serap untuk rencana meningkatkan besaran free growth di angka minimum 15% secara bertahap," tutupnya.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |