Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membeberkan beberapa proyek yang menjadi dasar komitmen pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), di mana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengamankan komitmen pendanaan tersebut.
Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin mengatakan ada delapan proyek yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana salah satunya yakni terkait swasembada pangan.
"Proyeknya sudah ada 8 PSN. Tapi kan proyek-proyek turunannya nanti kita serahkan kepada masing-masing kementerian/lembaga dan teman-teman di Danantara, yang memang specializing di sana," kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (25/6/2026).
Dari delapan PSN tersebut, salah satunya yakni berada di sektor pangan untuk mendukung program prioritas nasional yakni swasembada pangan.
"Dari 8 PSN tersebut, yang jelas salah satunya, tentu saja di bidang pangan. Kenapa bidang pangan penting? Ada program prioritas swasembada pangan," terang Herman.
Selain sektor pangan, juga ada sektor energi yang masuk ke dalam pembiayaan AIIB.
"Terus yang lain lagi adalah sektor energi, karena ketahanan energi yang paling penting. Karena bahan bakar fosil itu kan pasti bisa habis kalau dipakai terus," jelasnya.
Herman menegaskan bahwa pendanaan AIIB tidak akan menambah utang di Indonesia, karena sudah ada komitmen antara AIIB dengan Kemenkeu.
"Jadi yang pembiayaan AIIB itu adalah pembiayaan yang clear digunakan untuk proyek strategis. Jadi proyeknya harus ada, nanti baru itu bisa committed, enggak langsung nambah ke utang kita, karena ada semacam komitmen gitu," ujarnya.
Sebelumnya, Indonesia berhasil mengantongi komitmen pendanaan senilai sekitar US$17 miliar atau sekitar Rp304,55 triliun (asumsi kurs Rp17.915/US$) dari AIIB untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025-2029.
Komitmen tersebut menjadi salah satu kesepakatan utama dalam pertemuan bilateral antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok.
Dukungan pendanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional dan mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.
"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia," ujar Purbaya usai pertemuan di Kantor AIIB, dalam siaran pers Kemenkeu, Rabu malam (17/6/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa pendanaan tersebut merupakan bagian dari Multi-Year Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB.
Meskipun sebagian program telah dirancang sebelumnya, Pemerintah Indonesia berhasil memastikan keberlanjutan komitmen pendanaan dari lembaga multilateral tersebut guna mendukung agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Selain dukungan pembiayaan, Indonesia juga memperoleh sinyal positif terkait rencana ekspansi AIIB di Tanah Air.
AIIB menyampaikan minat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta guna memperkuat kerja sama dan meningkatkan efektivitas koordinasi pelaksanaan proyek-proyek yang didukung oleh AIIB.
"AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri," kata Purbaya.
Keberadaan kantor AIIB di Jakarta diharapkan semakin mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan AIIB, sekaligus memperlancar koordinasi dalam implementasi berbagai program pembangunan yang memperoleh dukungan pendanaan dari lembaga tersebut.
(chd/haa)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































