Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan investasi dari investor asing untuk mengatasi tiga defisit, yakni defisit APBN, di defisit neraca transaksi berjalan, dan saving investment gap.
"Kita menghadapi situasi dimana terjadinya 3 defisit saat ini yaitu defisit APBN defisit, di sisi kemudian neraca transaksi berjalan dan, juga saving investment gap," ujar Asmo dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah triple deficit itu pemerintah bisa mengundang investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia lebih banyak, dengan cara secara konsisten menciptakan dan menjaga kebijakan yang pro investor.
Adapun cakupan investasi tersebut tidak hanya investasi riil namun juga investasi di pasar uang.
Mengatasi defisit fiskal, kata Asmoro, bisa dengan mengundang investor untuk membeli surat utang negara agar menjadi sumber pendanaan pemerintah.
"Dari sisi kemudian fiskal defisitnya kan kebutuhan untuk financing dari asingnya juga besar untuk membeli bonds misalnya," ujar Asmoro.
"Terus juga kalau dilihat dari current account-nya kita membutuhkan foreign inflows di equity di pasar saham, di bonds dan juga kemudian di direct investment," ucap Asmoro.
Selain itu, Asmoro mengatakan saat ini Indonesia sudah memiliki satu bekal untuk mengundang aliran dana asing masuk ke dalam negeri, yakni pertumbuhan ekonomi kuartal kedua.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua mencapai 5,29 persen. Pertumbuhan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi investor bagi Asmoro, karena mampu dicapai di tengah kondisi ekonomi global yang berpotensi melambat dan risiko geopolitik.
"Kita lihat di sini pemerintah sudah kemudian melakukan sebagai langkah awal untuk mendorong keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi ini sudah mulai relatif lebih baik lagi ke depannya," imbuhnya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
5

















































