Satlantas Polres Pidie Ajak Pulang Selamat

2 hours ago 1
Aceh

4 Februari 20264 Februari 2026

Satlantas Polres Pidie Ajak Pulang Selamat Personel Satlantas Polres Pidie menegur pengendara secara humanis saat Operasi Keselamatan Seulawah 2026, Rabu (4/2). Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

PIDIE (Waspada.id): Jalan raya selalu menyimpan dua pilihan, patuh atau abai. Rabu (4/2/2026), Satlantas Polres Pidie kembali membuktikan bahwa mereka tidak akan memberi ruang bagi pilihan kedua.

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 digelar di dua titik strategis, Bundaran Beringin Sigli dan depan Mapolres Pidie menjadi pagar awal untuk menyaring pengendara yang selama ini gemar menempatkan keselamatan sebagai wacana belaka.

Pagi itu, Rabu (4/2/2026), personel Satlantas berdiri tanpa banyak bicara. Tidak perlu nada tinggi, tidak perlu gertakan. Pendekatan humanis tetap menjadi etalase, tetapi jangan salah, humanis bukan berarti permisif. Setiap pelanggaran tetap dicatat, dan setiap pelanggaran membahayakan tidak diberi ruang negosiasi.

Kasat Lantas Polres Pidie, AKP Aiyub Sami, mewakili Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar agenda tahunan yang dijalankan demi formalitas.

Papan pengumuman Satlantas Polres Pidie memberi informasi pemeriksaan kendaraan dalam Operasi Keselamatan Seulawah 2026, mengingatkan pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, Rabu (4/2). Waspada.id/Ist

“Edukasi tetap kita kedepankan. Tetapi harus jelas, keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan tidak bisa ditawar. Kita tidak sedang bermain simbolik, kita sedang menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Dan data lapangan mendukung ketegasan itu. Enam puluh pengendara terpaksa mendapat teguran setelah terbukti mengabaikan hal-hal mendasar, helm digantung di lengan, pelat nomor lenyap, atau spion dicopot demi estetika jalanan.

Satu pengendara ditilang, setelah pelanggarannya masuk kategori yang tidak lagi bisa diselamatkan dengan nasihat. Satlantas Polres Pidie melihat gejala yang sama berulang tiap tahun, masyarakat tahu aturan, tetapi tidak cukup takut pada risiko. Bukan karena tidak paham, tetapi karena menganggap jalan raya sebagai ruang bebas kreativitas perilaku.

Dari memodifikasi kendaraan tanpa logika keselamatan hingga melaju tanpa kelengkapan, semua dilakukan dengan keyakinan bahwa kecelakaan adalah cerita orang lain. Operasi Keselamatan Seulawah 2026 hadir untuk membalik pola pikir itu.

Satlantas Polres Pidie tidak sedang mencari-cari salah, tidak sedang mengejar angka tilang. Mereka sedang memastikan bahwa publik tidak kehilangan nyawa hanya karena sebuah helm tidak dipasang atau lampu tidak dinyalakan.

Ketegasan ini penting, karena keselamatan tidak bisa bergantung pada nasib baik. Jalan raya tidak peduli apakah seseorang sedang buru-buru, sedang mengantuk, atau sedang yakin bahwa “ah, cuma sebentar”.

Dan polisi lalu lintas bukan penjaga simbolik, mereka garda pertama yang mencegah tragedi. Itu sebabnya Satlantas Polres Pidie kembali mengingatkan, dengan suara yang lebih tegas dari sebelumnya.

Patuhi aturan

Operasi Keselamatan Seulawah tahun ini adalah cermin besar bagi masyarakat. Jika masih banyak yang ditegur, itu bukan karena polisi terlalu ketat, tetapi karena kedisiplinan kita sendiri masih longgar.

Satlantas Polres Pidie telah mengambil langkah. Kini, giliran masyarakat memutuskan, ingin pulang dengan selamat, atau ingin terus berjudi dengan keselamatan yang tidak pernah memberi kesempatan kedua? (id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |