Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan upaya penyelamatan bumi kini bukan lagi menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan, karena kondisinya saat ini sudah makin memprihatinkan.
Hal ini diungkapnya saat meresmikan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) pada Kamis (4/6/2026) di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis (4/6/2026).
"Menyelamatkan bumi kini bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan, perlu ada sinergi antara semua pihak agar bumi kita bisa selamat untuk masa depan," kata SBY dalam sambutannya, Kamis (4/6/2026).
Bahkan dalam upaya untuk menyelamatkan bumi, setiap pemimpin, menurutnya, tentunya memiliki permasalahan yang berbeda, sehingga perlu ada kerja sama antar pihak agar permasalahan, termasuk untuk menjaga bumi bisa terus berlangsung.
"Setiap pemerintahan, setiap pemimpin, pasti menghadapi tantangan dan permasalahan. Tapi kalau semua bekerja bersama-sama, Insya Allah, seberat apapun persoalan yang dihadapi oleh negara yang kita cintai, selalu ada solusi dan jalan keluarnya," terangnya.
SBY menambahkan, saat ini dunia sedang dilanda ketidakpastian, yang membuat banyak negara yang mulai tidak memikirkan kondisi bumi saat ini akibat perang. Namun saat permasalahan dunia, termasuk perang mulai berakhir, negara-negara biasanya akan kembali berlomba-lomba untuk peduli dengan lingkungan.
"Sekarang dunia seperti ada kemandekan di kerjasama multilateral, kolaborasi sedunia untuk combating climate change, karena urusan geopolitik, karena urusan perang di Ukraina, di Timur Tengah, ketegangan di Laut Jawa Selatan, dan sebagainya. But I do believe someday, ketika urusan geopolitik dan perang ini mereda, dunia akan kembali kepada agenda besarnya. Dunia akan kembali menyelamatkan bumi kita, mengurangi kemiskinan, dan kemudian berkolaborasi untuk kemakmuran, keadilan, dan kepentingan bangsa-bangsa sedunia. Hari yang indah itu akan datang," jelas SBY.
Oleh karena itu, saat inilah Indonesia untuk bergerak melakukan perubahan, untuk masa depan yang lebih baik, terhindarkan dari perubahan iklim yang semakin parah.
"Karena kita sudah memiliki rencana, ini saatnya kita melaksanakan commitment to action. Kalau tidak dari sekarang dilakukan, bumi bisa makin panas, Net Zero Emision tidak bisa kita capai, dan akan berakhir dengan big disaster in our lifetime," pungkasnya.
Sebelumnya hari ini, Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan GIFT, sebuah sebuah inisiatif transformasi hijau yang mengedepankan kepentingan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Target investasi GIFT mencapai US$ 2 miliar dengan fokus pada skala ukuran program dan integrasi elemen regional.
Ke depan, GIFT diharapkan memperkuat pendekatan tersebut dengan skala yang lebih besar dan fokus pada implementasi yang terukur. Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan sektor swasta dan memperluas kolaborasi dengan mitra pembangunan internasional.
(wur/wur)
Addsource on Google

5 hours ago
2

















































