Seribuan Umat Islam Ikuti Aksi Damai Dukung SE Wali Kota Soal Penataan Daging Non Halal

9 hours ago 5
Medan

Seribuan Umat Islam Ikuti Aksi Damai Dukung SE Wali Kota Soal Penataan Daging Non Halal Ustadz Latif Khan didampingi Ustadz Zulfikar Hajar dan Ketua MUI Medan Dr H Hasan Matsum menyampaikan orasinya.Waspada.id/Ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Ribuan umat Islam mengikuti aksi damai Aliansi Umat Islam Kota Medan yang mendukung Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 500-7.1/1540 tanggal 13 Februari 2026 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Penjualan Daging Non Halal, Selasa (3/3) di depan Kantor Wali Kota Medan.

Dalam acara tersebut, disampaikan pernyataan sikap yang terdiri dari empat poin utama: mendukung SE terkait, meminta Wali Kota tetap melaksanakannya, mengajak DPRD dan Pemko Medan menjadikannya Perda, serta menggerakkan seluruh umat Islam mengawalnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Dr H Hasan Matsum menegaskan pentingnya penghormatan terhadap budaya, adat, dan agama di kota yang heterogen seperti Medan. “Kita harus saling menghormati budaya adat dan agama. Semua sudah diatur oleh norma-normanya. Medan merupakan kota modern yang terkonsep, mari kita dukung penataannya sesuai konsep yang telah ditentukan,” ujarnya saat menyampaikan tausiyah.

Wakil Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sumatera Utara Syahran Syamsuddin menjelaskan bahwa SE tersebut bukan melarang penjualan daging non halal, melainkan untuk mengatur agar suasana kota tetap kondusif. Ia juga meluruskan sejarah Kota Medan sebagai tanah Melayu Deli yang erat kaitannya dengan nilai-nilai keislaman, dengan bukti seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al Maksum, dan masih ada Sultan Deli ke-14 hingga saat ini.

Ustadzah Hj Bunda Ronny Restika Siregar menyampaikan orasinya dari atas mobil komando.Waspada.id/Ist

“Kota Medan adalah tanah Deli namun menerima multi etnis dan keberagaman, karena sejarah Sultan Deli memberikan tanah kepada etnis pendatang dan bekerja sama tanpa membeda-bedakan. Kami menolak upaya mengkaburkan sejarah dan mengimbau untuk saling menghargai,” tegas Syahran.

Sejumlah tokoh agama, pengurus majelis adat budaya Melayu, dan elemen organisasi masyarakat Islam turut hadir dan menyampaikan orasi, antara lain Ustadz Azwir Ibnu Azis, Ustadzah Hj Ronny Reskita Siregar, Ustadz Eriansyah, Ketua GNPF Ulama Sumut Drs H Aidan Nazwir Panggabean, serta tokoh masyarakat Drs Sakhyan Asmara. Ustadz Latif Khan beserta Ustadz Zulfikar Hajar juga turut menyampaikan orasinya.

Aksi yang berjalan tertib diawali dengan pembacaan Al Quran oleh Khairani Ulfah (juara II MTQ tingkat anak-anak), diikuti orasi dari tokoh-tokoh, dan diakhiri dengan buka puasa bersama serta shalat Maghrib berjamaah.(id60)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |