Sigli Bersih di Ramadhan, Kota Religi yang Menawan

4 hours ago 2

Bulan suci Ramadhan tidak hanya menghadirkan suasana religius di tengah masyarakat, tetapi juga memperlihatkan wajah Kota Sigli yang semakin bersih dan tertata.

Jalanan utama tampak rapi, ruang publik terjaga, sementara aktivitas ibadah dan kehidupan sosial masyarakat berlangsung dengan khidmat. Di balik suasana itu, ada kerja sunyi para petugas kebersihan yang setiap hari menyusuri jalanan kota.

Mereka mengangkut sampah, menyapu ruas-ruas utama, dan memastikan lingkungan tetap bersih agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Saat malam Ramadhan tiba, suasana religius Kota Sigli terasa semakin kuat.

Dari puncak menara Masjid Agung Al-Falah Sigli, lantunan ayat suci Al-Qur’an dari pengajian dan tadarus terdengar menggema ke penjuru kota. Suara itu menyatu dengan udara malam yang tenang, menghadirkan nuansa spiritual yang khas di jantung ibu kota Kabupaten Pidie.

Cahaya lampu masjid memantul di halaman yang bersih. Jamaah datang silih berganti untuk menunaikan salat tarawih. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Ramadhan tidak hanya hadir dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam ketertiban dan kebersihan lingkungan.

Memasuki gerbang Kota Sigli dari arah jalan nasional, pengunjung akan disambut oleh Bundaran Tugu Aneuk Mulieng ukuran raksasa (ikon Kabupaten Pidie berbentuk biji melinjo-red) yang menjadi simbol khas daerah Pidie. Di sekitar bundaran itu, kendaraan roda dua dan roda empat melintas dengan tertib, membawa masyarakat menuju pusat kota, pasar takjil, maupun masjid-masjid untuk beribadah.

Lampu jalan yang menyala lembut, lalu lintas yang bergerak perlahan, serta lingkungan yang bersih memberi kesan bahwa Sigli sedang menikmati harmoni Ramadhan dengan cara yang sederhana namun bermakna.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pidie, Firman Maulana, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa selama bulan Ramadhan terjadi peningkatan volume sampah yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa.

“Selama Ramadhan volume sampah meningkat hingga sekitar 50 persen. Jika pada hari biasa berkisar 30–35 ton per hari, maka pada bulan puasa dapat mencapai sekitar 30 hingga 45 ton per hari,” ujarnya, Senin (9/3/2026)

Menurutnya, peningkatan tersebut dipicu oleh aktivitas rumah tangga serta maraknya pedagang musiman yang menjajakan makanan berbuka puasa di berbagai titik kota. Meski demikian, Firman memastikan kondisi kebersihan Kota Sigli tetap terjaga berkat kerja keras petugas kebersihan yang setiap hari menyapu jalan serta armada pengangkut sampah yang terus beroperasi.

“Kami terus berupaya menjaga kebersihan kota agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Kebersihan kota ini juga menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Sejumlah warga juga merasakan langsung perubahan suasana kota selama bulan Ramadhan. Ahmad, 42, warga Sigli, menilai kebersihan kota membuat aktivitas ibadah dan kegiatan malam Ramadhan terasa lebih nyaman.

Pantai Blang Paseh, Kota Sigli, bersih dari sampah. Waspada.id/Muhammad Riza

“Kalau kota bersih, orang juga lebih nyaman keluar rumah, baik untuk tarawih maupun mencari takjil. Suasana Ramadhan di Sigli jadi terasa lebih tenang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti Rahma, 35, warga lainnya yang kerap beraktivitas di pusat kota. Menurutnya, kebersihan jalan dan ruang publik membuat Kota Sigli terlihat lebih tertib dan menarik.

“Apalagi kalau malam, lampu jalan menyala dan masjid ramai. Kota terasa hidup tapi tetap bersih. Ini bagus untuk citra kota kita,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang penganan takjil di kawasan pusat kota, Mulis, 38, mengaku kebersihan lingkungan turut membantu kelancaran aktivitas jualannya selama Ramadhan.

“Kalau tempat jualan bersih, pembeli juga lebih nyaman datang. Orang duduk atau menunggu takjil tidak terganggu dengan sampah. Kami sebagai pedagang juga berusaha menjaga kebersihan di sekitar lapak,” ujarnya.

Dalam perspektif pariwisata religi, kebersihan kota memiliki makna penting. Kota yang bersih bukan hanya memberi kenyamanan bagi masyarakat lokal, tetapi juga menghadirkan kesan positif bagi para tamu yang datang merasakan suasana Ramadhan di Pidie.

Dalam ajaran Islam sendiri, kebersihan memiliki kedudukan yang tinggi. Allah SWT berfirman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). Rasulullah SAW juga bersabda. “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim).

Nilai-nilai tersebut mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar urusan pelayanan kota, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral umat.

Jika semangat ini terus dijaga, maka Sigli tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Pidie, tetapi juga sebagai kota religius yang nyaman, bersih, dan layak menjadi bagian dari peta pariwisata religi di Aceh, tempat di mana Ramadhan tidak hanya dirasakan di dalam masjid, tetapi juga di jalanan kota yang tertata.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |