Tahun Ini Warga China Tak Suka Nobar Piala Dunia, Ada Apa?

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Tren menyaksikan pertandingan sepak bola Piala Dunia di kalangan masyarakat China dilaporkan telah mengalami pergeseran budaya yang sangat signifikan pada tahun ini.

Dibandingkan beramai-ramai mendatangi bar atau restoran untuk nonton bareng (nobar), warga lokal kini lebih memilih memantau laga melalui gawai mereka dari rumah.

Mengutip CNBC, hari Minggu (21/06/2026), hasil pantauan langsung di Beijing menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk pergi ke tempat hiburan malam demi menonton Piala Dunia tergolong sangat rendah.

Fenomena ini dipengaruhi oleh selisih waktu pertandingan yang mencapai lebih dari 12 jam, sehingga jadwal siaran langsung di China jatuh pada tengah malam atau saat jam kerja di pagi hari.

"Jika teman-teman saya tertarik dengan Piala Dunia, mereka pasti akan menontonnya di rumah saja. Sangat sulit menemukan tempat berkumpul yang cocok pada jam malam seperti itu, terutama karena rumah semua orang tersebar berjauhan di berbagai sudut kota," ujar Xu Wang, seorang pekerja di Absolut Bar yang terletak di kawasan wisata Beijing.

Pergeseran kebiasaan ke arah digital ini didukung penuh oleh masifnya jaringan konektivitas 5G serta murahnya paket kuota internet di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan media sosial lokal, Xiaohongshu, yang sukses memenangkan hak kemitraan strategis dengan China Media Group (CCTV) untuk menayangkan seluruh pertandingan secara gratis.

Langkah Xiaohongshu ini memicu persaingan ketat dengan Douyin, aplikasi TikTok versi China yang memiliki satu miliar pengguna aktif, yang sebelumnya memegang hak siar pada edisi 2022 lalu. Untuk menjaring penonton, Douyin meluncurkan deretan komentator sepak bola ternama serta templat efek khusus berbasis kecerdasan buatan (AI) bertema Piala Dunia.

Persaingan sengit ini tercermin dari data unduhan aplikasi di App Store Apple wilayah China, di mana aplikasi siaran seluler milik CCTV berhasil menempati peringkat kedua. Sementara itu, aplikasi taruhan olahraga resmi nasional berada di peringkat keenam, diikuti oleh aplikasi Xiaohongshu yang bertengger di peringkat kesembilan.

Ekspansi teknologi seputar pergelaran sepak bola terbesar di dunia ini rupanya tidak hanya berputar di pasar domestik China saja. Raksasa teknologi Tencent Cloud melaporkan bahwa dua pertiga dari platform penyiaran resmi Piala Dunia di kawasan Asia Pasifik kini menggunakan infrastruktur komputasi awan milik mereka.

"Layanan teknologi kami saat ini mendukung kelancaran siaran langsung pertandingan di 16 wilayah internasional, termasuk Singapura, Uni Emirat Arab, hingga Argentina," rilis resmi manajemen Tencent Cloud mengenai rekor jangkauan terluas yang pernah dicapai oleh penyedia cloud asal China sepanjang sejarah turnamen.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |