Tak Hanya 10! Purbaya Kantongi 15 Lebih Perusahaan CPO Nakal

6 hours ago 1

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sudah koordinasi ke Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin soal adanya indikasi terkait 10 perusahaan terkait crude palm oil (CPO) yang melakukan underinvoicing atau kecurangan dalam menetapkan harga ekspor dan impor.

Temuan Purbaya ini, pun sudah diserahkan kepada pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk diselidiki lebih lanjut. Dia pun tengah menunggu hasil penyelidikan kedua instansi tersebut.

Dia pun mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki lebih dari 15 daftar perusahaan CPO yang melakukan underinvoicing.

"Saya pilih 10 terbesar yang diumumkan, tapi kan saya punya berapa, 15 (perusahaan) lebih yang kita cek. Ini yang CPO saja," katanya.

Selain itu, Purbaya mengatakan bahwa dirinya juga menemukan praktik yang sama di perusahaan batu bara. Temuan perusahaan batu bara ini pun sudah dibahas dengan BPKP.

"Yang Batu Bara juga ada penemuan menarik, nanti juga kita akan diskusi sama BPKP," ujarnya.

Purbaya mengaku telah memiliki skema pengecekan akurat untuk menelusuri dugaan underinvoicing di perusahaan CPO dan batu bara. Dia pun menampik pihaknya menggunakan database PBB (UN Data).

"Jadi bukan data besar dari UN database itu, tapi udah betul kapal per kapal. Jadi confirmed, dari data yang kita periksa memang mereka melakukan itu," paparnya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |