Tape Tiro, Takjil Sederhana Rasa Istimewa

6 hours ago 5
AcehFeaturesKuliner

Tape Tiro, Takjil Sederhana Rasa Istimewa Pedagang menjajakan Tape Tiro yang dibungkus daun pisang di Pasar Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Kudapan berbahan ketan hitam fermentasi ini menjadi salah satu takjil khas yang dicari warga saat bulan Ramadhan. Waspada.id/Muhammad Riza

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

Sore itu, Senin (9/3/2026), angin dari perbukitan terasa sejuk ketika saya mengajak Anda berburu takjil di Pasar Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Pasar kecil ini memang tidak seramai pusat-pusat kuliner Ramadhan di kota besar. Namun, justru di tempat sederhana inilah tersimpan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Tape Tiro.

Di antara deretan lapak pedagang, aroma manis fermentasi mulai tercium. Beberapa bungkus kecil berbalut persegi tiga dengan daun pisang tersusun rapi di atas meja jualan. Itulah Tape Tiro, salah satu kudapan tradisional yang selalu hadir saat Ramadhan.

Tape ini terbuat dari bahan dasar beras ketan hitam dan ada juga putih yang difermentasi menggunakan ragi. Prosesnya tidak instan. Setelah dimasak, ketan disimpan selama beberapa hari agar fermentasi menghasilkan rasa manis legit yang khas. Hasilnya adalah tape dengan tekstur lembut, sedikit lembap, dan aroma yang menggoda.

Yang membuat Tape Tiro berbeda dari tape pada umumnya adalah cara penyajiannya. Jika tape biasanya berbentuk bulatan ketan, Tape Tiro justru dibalut dengan daun pisang seperti membungkus makanan tradisional. Bungkus daun pisang itu memberi aroma alami yang menambah kenikmatan saat disantap.

Ketika dibuka, warna hitam keunguan dari ketan terlihat lembut, sementara rasa manisnya terasa ringan di lidah. Tidak berlebihan, tidak terlalu asam, tetapi pas sebagai pembuka puasa.

Pedagang menjajakan lemang ketan buloh yang dimasak dalam ruas bambu di Pasar Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Kuliner tradisional ini menjadi salah satu pilihan takjil favorit masyarakat saat bulan Ramadhan. Waspada.id/Muhammad Riza

Menariknya, suasana Pasar Tiro saat berburu takjil tidak terlalu ramai. Banyak warga Tiro justru memilih berburu takjil ke Beureunuen atau Kecamatan Sakti yang dikenal lebih ramai dengan beragam pilihan kuliner Ramadhan.

Namun bagi Waspada.id, justru di sinilah letak pesonanya. Berburu takjil di kawasan daaerah pusat pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM) di Tiro, terasa lebih tenang dan sederhana. Kita bisa berbincang santai dengan pedagang, merasakan suasana kampung yang hangat, dan menikmati makanan tradisional yang masih terjaga keasliannya.

Tiro sendiri bukan sekadar wilayah biasa di Kabupaten Pidie. Daerah ini memiliki jejak sejarah yang kuat dalam perjuangan rakyat Aceh melawan kolonial Belanda. Dari tanah inilah lahir ulama pejuang besar, Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman, yang memimpin perlawanan rakyat Aceh pada abad ke-19.

Wilayah yang berada di kaki Bukit Halimun ini juga dikenal sebagai tanah kelahiran tokoh penting Aceh lainnya seperti Prof DR, Muhammad Hasan Tiro. Semangat perjuangan yang tumbuh dari tanah Tiro menjadi bagian penting dalam sejarah Aceh.

Kini, kehidupan masyarakat Tiro berjalan sederhana. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup sebagai petani, sementara lainnya menjadi pedagang kecil atau pegawai. Aktivitas pasar pun berlangsung apa adanya, termasuk ketika Ramadhan tiba.

Namun dari kesederhanaan itu, kita menemukan sesuatu yang berharga: tradisi kuliner yang masih terjaga. Tape Tiro bukan sekadar makanan manis untuk berbuka puasa. Ia adalah bagian dari cerita kampung, dari tangan-tangan ibu rumah tangga yang merawat resep turun-temurun.

Pasar Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.Waspada.id/Muhammad Riza

Maka jika suatu sore Ramadhan Anda berkesempatan singgah di Tiro, cobalah mampir ke pasar kecilnya. Carilah bungkusan daun pisang yang sederhana itu. Buka perlahan, rasakan manis legitnya, dan Anda akan mengerti bahwa kadang-kadang kenikmatan terbaik justru datang dari tempat yang paling sederhana.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |