Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut telah menyetujui izin produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 dengan total mencapai 580 juta ton.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa hingga saat ini proses persetujuan RKAB batu bara masih berlangsung, dan masih berpotensi meningkat. Pihaknya pun menargetkan keseluruhan persetujuan RKAB dapat segera rampung.
"Kalau menggunakan yang 2026 itu hampir finish. RKAB batu bara sudah 580 juta ton," ungkap Tri saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Kementerian ESDM sebelumnya sudah memutuskan untuk memangkas target produksi batu bara dan nikel pada tahun ini di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas tersebut di pasar global, sehingga pada akhirnya bisa mendongkrak harga komoditas tahun ini.
Produksi batu bara pada RKAB 2026 ditargetkan sekitar 600 juta ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi produksi pada 2025 yang sebesar 790 juta ton.
Namun demikian, berdasarkan perkembangan terbaru, usai rapat bersama sejumlah menteri ekonomi pada hari ini, Jumat (27/3/2026) di kantor Kemenko Perekonomian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah akan mempertimbangkan relaksasi terukur untuk produksi batu bara dan nikel.
"Saya katakan, saya katakan bahwa pertama belum ada kebijakan perubahan apa-apa. Tapi kita akan mengikuti perkembangan dengan melakukan relaksasi terukur," ujar Bahli di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).
Menurut Bahlil, relaksasi terukur tersebut memungkinkan adanya penambahan volume produksi, dengan syarat utama harga komoditas tetap berada di level yang menguntungkan, serta keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.
"Dengan catatan harganya harus bagus dan supply and demand-nya terjaga. Dan yang terpenting adalah kebutuhan domestik kita harus terpenuhi semuanya," kata Bahlil.
(wia)
Addsource on Google

2 hours ago
3
















































