Tersisa 15 Tahun, Total Sumber Daya Timah TINS Masih 800 Ribu Ton

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan total sumber daya timah saat ini sebesar 800.000 ton dengan jumlah cadangan sebesar 300.000 ton. Namun, volume cadangan tersebut diproyeksikan hanya mampu menopang kebutuhan operasional produksi perusahaan untuk jangka waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.

Direktur Produksi dan Komersial TINS Ilhamsyah Mahendra menjelaskan bahwa perusahaan tengah mendorong kegiatan eksplorasi untuk mengamankan ketersediaan sumber daya jangka panjang. Ia menegaskan bahwa penambahan cadangan baru menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Mulai dari eksplorasi, sekarang kami benar-benar melakukan eksplorasi yang agresif. Itu salah satu fokus utama PT Timah. Kita perlu mengamankan deposit sumber daya dan cadangan. Saat ini kami memiliki sekitar 800.000 untuk sumber daya dan sekitar 300.000 untuk cadangan. Dan kita butuh usia tambang yang lebih lama," ujarnya dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).

Pihaknya menilai ketersediaan cadangan saat ini belum cukup ideal jika dibandingkan dengan visi perusahaan untuk mendominasi pasar global dalam waktu lama. Guna mempercepat penemuan titik cadangan baru, emiten anggota holding industri pertambangan MIND ID ini mulai mengandalkan teknologi pemetaan digital dan pemantauan udara di wilayah konsesi.

"Saya rasa angka-angka itu hanya untuk 10-15 tahun. Kita butuh jauh lebih banyak deposit untuk lebih dari seratus tahun. Jadi kami juga didukung oleh banyak teknologi untuk kegiatan eksplorasi, kami menggunakan platform GIS dan juga pemanduan drone untuk meningkatkan akurasi eksplorasi serta kecepatan waktu," tambahnya.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai melirik peluang ekspansi ke luar negeri untuk mencari aset pertambangan yang strategis. Strategi ini diambil agar perusahaan tidak hanya bergantung pada sumber daya domestik, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia.

"Kami sekarang mencari ekspansi global, tidak hanya memperluas kapasitas di sisi pemurnian, tetapi kami mencari aset pertambangan di luar Indonesia dan kami sangat terbuka mencari peluang untuk melakukan kemitraan, kolaborasi dengan perusahaan timah global," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |