Terungkap, Pemilik Instagram-WhatsApp Bikin Aplikasi Judol

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Meta Platforms, perusahaan induk yang menaungi Instagram, WhatsApp, Facebook, dan Messenger dikabarkan diam-diam mengembangkan aplikasi "pasar prediksi" seperti Polymarket dan Kalshi. Kedua aplikasi tersebut saat ini sangat populer untuk pengguna internet "memasang taruhan" untuk semua peristiwa.

Proyek ini diberi nama kode internal "Arena", dan berpotensi menjadi pesaing serius bagi Polymarket dan Kalshi, menurut laporan The New York Times yang dikutip New York Post pada Selasa (23/6/2026).

Aplikasi mandiri ini dirancang agar pengguna bisa menebak atau memprediksi hasil dari berbagai peristiwa, mulai dari pertandingan olahraga, pemilihan umum, berita-berita besar, hingga data ekonomi, dan industri hiburan.

Namun ada perbedaan mendasar di tahap awal peluncuran. Arena tidak akan menggunakan uang sungguhan untuk taruhan. Sebaliknya, sistem yang diterapkan berupa poin atau nilai layaknya permainan video, sehingga lebih bersifat hiburan dan interaksi sosial.

Meskipun begitu, sumber yang mengetahui rencana tersebut menyatakan Meta tidak menutup kemungkinan untuk memperkenalkan sistem taruhan berbasis uang sungguhan di masa mendatang, tergantung pada tanggapan pasar dan aturan hukum yang berlaku.

Arena dikembangkan sebagai aplikasi mandiri, tidak terintegrasi langsung ke dalam ekosistem media sosial Meta yang sudah ada. Langkah ini dianggap strategis untuk menjaga batasan antara layanan percakapan dan berbagi konten, dengan fitur prediksi yang memiliki risiko dan aturan pengawasan tersendiri.

Meta memiliki keunggulan karena kini telah memiliki lebih dari 3,5 miliar pengguna. Perusahaan berharap jangkauan luas ini bisa mempercepat penerimaan Arena di pasar, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan baru saat pertumbuhan pengguna di platform utama mulai melambat.

Platform prediksi dan taruhan berbasis peristiwa nyata sedang naik daun dalam dua tahun terakhir. Banyak pengguna tertarik untuk mencoba menebak hasil pemilu, pertandingan olahraga, hingga pemenang award. Polymarket dan Kalshi menjadi dua nama terbesar yang menguasai segmen ini, dengan sistem yang memungkinkan transaksi menggunakan uang asli atau mata uang kripto.

Meskipun diawali dengan sistem poin, rencana jangka panjang yang bisa mengarah ke taruhan uang sungguhan memunculkan pertanyaan soal regulasi. Ada kemungkinan Meta menggunakan Instagram, WhatsApp, atau Facebook untuk menjaring pengguna baru di Arena.

Di Indonesia, aktivitas perjudian dan taruhan dilarang keras berdasarkan undang-undang, dan pengawasan ketat diberlakukan terhadap aplikasi atau layanan yang mengandung unsur serupa.

Meta belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini, maupun bagaimana rencana penerapan di berbagai negara dengan aturan hukum yang berbeda.

Selain Arena, Meta juga dikabarkan sedang mengerjakan proyek lain bernama "Meta Photos", yang berfokus pada pembuatan konten media baru menggunakan kecerdasan buatan, sebagai bagian dari strategi eksplorasi produk baru di luar media sosial konvensional.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |