Trading Saham Online Terancam, Pusat Keuangan Dekat RI Siaga Penuh

16 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Risiko AI terus mengintai seiring dengan pemanfaatannya yang bertambah signifikan. Hong Kong telah mulai siaga penuh untuk menghadapi ancaman keamanan siber tersebut.

Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong mengingatkan perusahaan berlinsensi untuk mengadopsi pengamanan terbaru. Peringatan ini khususnya berlaku pada pialang internet dan platform perdagangan aset virtual.

Dengan cara ini, diharapkan dapat mencegah akses tidak sah pada data klien dan melindungi praktik penyalahgunaan aset.

Regulator setempat berpendapat AI dapat membantu pelaku melakukan identifikasi dan mengeksploitasi kerentanan lebih cepat. Termasuk melancarkan serangan pada skala besar serta menurunkan hambatan pada modus phishing serta rekayasa sosial, dikutip dari Reuters, Jumat (19/6/2026).

Area untuk memperkuat keamanan siber juga telah diidentifikasi, termasuk lokasi untuk perusahaan melakukan penambalan dan manajemen kerentanan, deteksi serta pemantauan, dan respons serta pemulihan insiden.

Sebagai informasi, insiden serangan siber dilaporkan terus mengalami peningkatan di wilayah tersebut selama setahun. Data dari Pusat Koordinasi Tim Tanggap Darurat Komputer Hong Kong mencatat pada 2024 insiden mencapai 12.536 kasus melonjak 27% menjadi 15.877 setahun kemudian.

Bersamaan dengan peringatan Hong Kong, kerentanan keamanan karena AI juga telah menjadi fokus regulator global. Hal ini muncul setelah risiko model AI Anthropic bernama Mythos muncul ke publik.

Mythos dilaporkan mengungkapkan ribuan celah keamanan pada sistem operator dan web browser utama. Anthropic juga mengungkapkan model buatan perusahaan berisiko pada perekonomian, keselamatan publik serta keamanan nasional jika disalahgunakan.

Otoritas di Australia dan Jepang telah menyuarakan soal peringatan yang sama. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Ketua The Fed Jerome Powell juga telah bertemu dengan para bos bank besar membicarakan potensi risiko yang ada.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |