Ustadz Di Belawan Nyaris Dibegal, Tausiyah Subuh Gagal

6 hours ago 6
Medan

Ustadz Di Belawan Nyaris Dibegal, Tausiyah Subuh Gagal

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BELAWAN (Waspada.id): Ustadz Lukmanulhakim, Lc ,32, warga lingkungan 22 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan nyaris dibegal di Jl. KL Yos Sudarso KM 21, Makden Lama, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Senin (9/3) sekitar pukul 05.10 WIB. Akbatnya, sang ustadz gagal memberikan tausiyah Subuh di Mushola Lorong Stasiun Belawan.

Ceritanya berawal saat Ustadz lulusan Kairo, Mesir itu hendak mengisi tausiah Subuh di Musholla Lorong Stasiun Belawan.

“Saya hendak mengisi tausiyah Subuh di Musholla daerah lorong Stasiun Belawan. Tiba di sekitar Makden Lama (Daerah Yapim-red) sepeda motor di belakang saya bunyikan klakson panjang, saya curiga dan kurangi kecepatan sepeda motor yang saya tumpangi. Tiba-tiba muncul 3 orang menenteng senjata hendak menghadang, untung saya masih bisa putar arah, Alhamdulillah saya selamat meskipun saya dilempar mereka,” jelas Ustadz Lukmanulhakim, Lc, Senin (9/3).

Sebelumnya masyarakat Medan Utara gelar aksi unjukrasa di Mako Polres Pelabuhan Belawan terkait maraknya aksi begal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan khususnya daerah Belawan.

Masyarakat minta agar didirikan pos-pos polisi dan petugas di daerah rawan begal di Belawan seperti daerah Makden Lama, Hotel Budi Baru, Taman PKK, dan daerah Titi Kembar, namun hingga sekarang tuntutan masyarakat tersebut hanya isapan jempol. Parahnya aksi begal di daerah itu makin meningkat.

“Kami para Ustadz berharap agar polisi dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat. Sekarang ini kami hendak tausiyah pun jadi takut melintas di Belawan itu,” harap Ustadz Lukmanulhakim, Lc. (id60)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |