Dosen UIN Syahada Padangsidimpuan ustadz Dr. H. Muhlison Siregar, MAg ketika memberikan pemahaman pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai sabahat kehidupan dengan moderator Dr.Muhammad Roihan Daulay di aula Kantor MUI Padangsidimpuan. Waspada.id/Mohot Lubis
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Adsary (Syahada) Padangsidimpuan ustadz Dr. H. Muhlison Siregar, MAg mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pedoman hidup.
“Sebagai umat Islam, kedekatan kita dengan Al-Qur’an bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi bagaimana ia menjadi sahabat dalam kehidupan sehari-hari,” kata ustadz Dr. H. Muhlison Siregar, MAg dalam ceramahnya pada pada kajian Ramadhan di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Jumat (27/2/2026).
Dijelaskan, Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi seluruh manusia sebagaimana Allah berfirman: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus…” (QS. Al-Isra: 9).
Makna akrab dengan Al-Qur’an, ucapnya, berarti sering membacanya, memahami maknanya, merenungkan isinya, mengamalkan ajarannya dan mendakwahkannya kepada orang lain sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya “sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.
Salah seorang peserta bertanya seputar membaca yang benar dan baik pada kajian Ramadhan di aula Kantor MUI Padangsidimpuan. Waspada.id/Mohot Lubis.Jika sering membaca dan mengamalkan Al-Quran, lanjut ustadz Muhlison, akan mendapat Syafaat di hari kiamat sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya. “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim).
Selain mendapat Syafaat di hari kiamat, orang yang rajin baca Al-Qur’an juga akan ditinggikan derajatnya, hatinya menjadi tenang. “Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an termasuk bentuk dzikir yang paling utama,” jelas Ustadz Muhlison.
Menurutnya, orang yang mampu mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, tentu lisannya juga terjaga, akhlaknya yang lembut, keputusan hidupnya bijaksana dan teguh dalam mengahadapi ujian karena Al-Qur’an membentuk karakter dan kepribadian.
Untuk bisa akrab dengan Al-Qur’an, ungkapnya harus diawali dengan niat yang Ikhlas. Kemudian alangkah baiknya jika dibuat jadwal harian membaca Al-Qur’an. “Kalau tidak bisa 1 juz tiap hari, baca satu halaman atau satu surah, maka kita akan terbiasa,” tuturnya.
Jika sudah terbiasa baca, Al-Qur’an, maka harus diusahakan untuk menghafalnya secara bertahap sekaligus memahami makna yang terkandung dalam bacaan Al-Quran. katanya.
Ia mengingatkan bahwa mendekatkan diri dengan Al-Qur’an sangat penting mengingat tantangan di era digitalisasi ditambah dengan kesebukan sangat banyak mempengaruhi kehidupan manusia. “Di tengah fitnah zaman inilah kita lebih membutuhkan cahaya Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan,” paparnya.
Kajian Ramadhan hari ketiga yang digelar MUI Padangsidimpuan ini mengangkat tema “Memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar”. Dr.Muhammad Roihan Daulay sebagai moderator juga turut memberikan penjelasan untuk memahami Al-Qur’an dengan baik serta menjadikannya teman dalam hidup.(id46).
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































