Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn, mengungkapkan target utama menghidupkan kembali citra kota sebagai “Kota Pendidikan” unggulan di Sumatera Utara dalam pertemuan dengan United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Tanoto Foundation, Rabu (04/03/2026) di ruang kerja wali kota, lantai 2 Balai Kota Pematangsiantar.
“Saat ini juga sedang dijalankan uji coba Program Sekolah Bilingual di tingkat SD dan pengembangan sekolah unggulan,” ujar Wesly.

Ia juga mengusulkan integrasi program sekolah bilingual dengan Program FAASTER yang digagas Unicef dan Tanoto Foundation. “Pemko Pematangsiantar akan menyiapkan infrastruktur digital dan memohon tambahan materi digital untuk pembelajaran literasi/numerasi. Tentu kami menyambut baik program FAASTER karena selaras dengan visi misi peningkatan kualitas pendidikan di Pematangsiantar,” tukasnya.
Sebelumnya, Wesly menyampaikan Pemko melalui Dinas Pendidikan telah menjalankan program bimbingan belajar tambahan untuk siswa SD dan SMP. “Program bimbingan belajar untuk tingkat SD dan SMP tersebut menggunakan dana CSR Bank Sumut Cabang Pematangsiantar, bekerja sama dengan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJLSP),” terangnya. Saat ini, sebanyak 15 siswa mengikuti program untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia.
Sebagai Kota Pendidikan, tujuan utama adalah meningkatkan minat orang tua menyekolahkan anaknya ke satuan pendidikan negeri mulai dari TK, PAUD, SD, hingga SMP. “Pendidikan menjadi arus utama program agar Pematangsiantar dapat dilirik dan tidak hanya menjadi kota persinggahan,” jelas Wesly.

Hadir mendampingi wali kota adalah Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi. Dari Unicef hadir Yuanita Marini Nagel (Education Officer) dan Moh Adi Amirudin (Education Data Analyst), sedangkan dari Tanoto Foundation hadir Medi Yusra (Regional Lead), Bobby Widianto (Strengthening System Unit), Mesri Gultom (Project Management Lead), dan Mutazar (Communication Specialist).
Yuanita Marini Nagel menjelaskan, Program FAASTER bertujuan meningkatkan keterampilan dasar literasi dan numerasi siswa kelas 1 dan 2 melalui pengambilan keputusan berbasis bukti. “Durasi program dari Oktober 2025 sampai Desember 2029,” katanya.
Metodologi program menggunakan riset yang membandingkan sekolah intervensi dengan sekolah kontrol. Kriteria Sekolah Fokus adalah SD Negeri dengan capaian Rapor Pendidikan Kategori “Merah” dan “Kuning”, dengan cakupan 500 sekolah di beberapa wilayah termasuk Medan dan Pematangsiantar di Sumut, Kabupaten Tegal di Jawa Tengah, Kota Batanghari di Jawa Timur, serta Kabupaten Sikka dan Ende di NTT.

“Launching program tersebut dilaksanakan 9 April 2026 di Jakarta. Saya berharap kehadiran Bapak Wali Kota Wesly Silalahi saat launching,” ujar Yuanita. [***]
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































